Lentera Keluarga – Tahan Uji

Selasa, 13 Februari 2018.
Bacaan:  Yak 1:12-18; Mzm 94:12-13a.14-15.18-19; Mrk 8:14-21

Renungan

SURAT Yakobus hari ini mengingatkan bahwa “Allah tidak mencobai siapapun” tetapi setiap orang dicobai oleh “keinginannya sendiri”. Keinginan itu berbuah dosa, dan dosa jika sudah matang akan melahirkan maut. Maka dari itu Surat Yakobus mengungkapkan bahwa setiap orang harus tahan uji dalam pencobaan, supaya dapat menerima mahkota kehidupan. “Tahan Uji” adalah kata kunci berhadapan dengan pencobaan.

Tahan Uji ini mempunyai lima sikap : bersikap waspada-hati-hati ; hati yang terkendali; hati yang berempati; sikap bersyukur; dan hati lembut-tegas. Kadang persoalan perkawinan-keluarga yang pada awalnya sederhana menjadi berat dan membesar ketika kita tidak tahan uji: kita sembrono, emosional, cuek, menuntut dan lemah. Kebanyakan konflik disebabkan dari 30% masalah dan 70% cara kita menghadapi masalah. Pertanyaan yang sering terdengar adalah “saya sudah tidak tahan hidup dalam konflik-ketidaknyamanan-penderitaan.”  Kita tidak tahan berada dalam situasi tidak nyaman dan tetap bertindak benar. Ibaratnya : kita boleh berada dalam masa pancaroba dan banyak orang kena flu, tetapi jika daya tahan tubuh kita kuat, maka kita tidak akan terkena flu.

Jika dalam situasi penderitaan dan pencobaan kita dapat mempraktekan 5 sikap di atas, maka firman Tuhan hari ini juga akan terjadi pada kita ““karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan (kesabaran), dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan” (Rm 5:3b-5). Kita akan tampil sebagai seorang pemenang “mahkota kehidupan”.

Kontemplasi

Gambarkan arti dan makna hati yang tahan uji sebagaimana diungkapkan oleh Yakobus.

Refleksi

Bagaimana aku mengembangkan 5 sikap tahan uji: waspada (hati-hati), terkendali, berempati, bersyukur dan lembut-tegas dalam menjalani pencobaan hidup?

Doa

Ya Bapa, semoga aku semakin mengenakan sikap Kristus yang tahan uji sebagai  sumber kekuatan dan keteguhan dalam  pencobaan hidup. Amin.

Perutusan

Hadapilah diri anda sendiri sebelum anda menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: