Lentera Keluarga – Senin, 31 Juli 2017: Pemimpin keluarga dan kuat dan pendoa

PW Santo Ignatius Loyola

Bacaan:  Kel 32:15-24.30-34; Mzm 106:19-20.21-22.23; Mat 13:31-35

Renungan

BARU saja Allah memberikan perintahNya melalui tanda-tanda yang dahysat, tidak sellsih lama Israel jatuh dalam doa penyembahan berhala. Harun tidak kuasa menahan permintaan bangsa itu. Dan secara tidak langsung, kita dapat mengenal betapa kuatnya figur Musa bagi bangsa itu. Dan sebagai pemimpin, Musa naik ke hadapan Tuhan untuk naik memohon pengampunan Tuhan.

Figur ayah adalah seorang pemimpin keluarga kita. Jika pemimpin itu hilang atau tidak berfungsi benar,  maka dampak itu akan kena kepada seluruh anggota keluarga. Ibarat kapal kehilangan nahkoda. Demikian juga di dalam iman. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jikalau figur ayah itu kuat dalam beriman maka anak-anakpun akan kuat dalam iman. Tetapi jika figur ayah lemah dalam iman, maka anak-anakpun akan lemah di dalam iman. Penelitian ini memberi hikmat bahwa jangan menjadi pemimpin yang lemah dalam iman. Tanggungjawab hidup beriman ada di tangan ayah. Sebagai pemimpin, seorang ayah tidak boleh absen secara rohani dari hidup keluarga. Ayahlah yang mengundang untuk berdoa, beribadat, mengantar anak-anak kepada penerimaan sakramen, mendekatkan mereka kepada gereja dan mengajari bagaimana memberi kesaksian hidup beriman di tengah masyarakat. Namun,  jikalau ada anggota keluarga yang berbalik dari Tuhan, seorang pemimpin harus berani berlutut di hadapan Allah dan memohonkan pengampunan kepada Allah.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana kepemimpinan Musa berpengaruh pada hidup beriman umat Israel.

Refleksi

Apakah aku sebagai kepala keluarga telah mengambil tanggungjawab sebagai pemimpin rohani dalam keluargaku? Bagaimana aku sebagai anggota keluarga membantu ayah untuk mampu menjadi pemimpin dalam iman?

Doa 

Ya Bapa, semoga aku, sebagai kepala keluarga,  mampu mengemban tanggungjawab sebagai pemimpin iman dalam hal-hal kongkret; dan semoga aku, sebagai anggota keluarga, memberikan kesempatan dan bantuan kepada ayah untuk menjadi pemimpin iman dalam keluarga. Amin.

Perutusan

Aku mengambil tanggungjawab iman sebagai pemimpin iman di dalam keluarga

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: