Lentera Keluarga – Senin, 24 Juli 2017: Kepemimpinan Musa Diuji di Laut Mati

Bacaan:  Kel 14:5-18; Kel 15:1-2.3-4.5-6; Mat 12:38-42

Renungan

TIDAK bersyukur, melepas tanggungjawab/cuci tangan dan menimpakan kesalahan kepada Musa, itulah yang dilakukan oleh bangsa Israel.” Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami bekerja bagi orang Mesir daripada mati di padang gurun”.  Di satu sisi, Musa memang bertanggungjawab dalam pembebasan dari perbudakan dan  de fakto ia adalah pemimpin bangsa ini, tetapi di lain sisi juga bahwa semua orangpun seharusnya ikut memikirkan jalan yang terbaik bagi setiap persola dan tidak menyalahkan Musa seakan-akan dia adalah satu satunya orang yang paling bisa dijadikan kambing hitam. Tetapi inilah ujian yang akan sering dialami oleh Musa sebagai pemimpin : menghadapi bangsanya yang bersungut-sungut.

Kadang seperti Musa, kita mengambil inisiatif baik untuk memikirkan dan membantu orang lain dengan dedikasi yang tinggi, tetapi begitu mereka mengalami kesulitan, tantangan ataupun kegagalan dengan mudah kita dijadikan sebagai satu-satunya yag bertanggungjawab.  Hal samapun kadang kita alami dalam hidup berkeluarga.

Pada intinya, kita berhadapan dengan orang yang “tidak mau bertanggungjawab atas hidupnya sendiri” dan “yang menimpakan kesalahan kepada orang lain”.  Jiwa kepemimpinan kita teruji di situ. Sebagai pemimpin kita akan menghadapi keunikan keunikan dari setiap orang yang kita pimpin.  Kita tidak boleh meninggalkan mereka atau justru resign. Sebagai seorang pemmpin kita harus tetap maju karena ini adalah mandat dari Allah.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana pikiran, perasaan dan hati Musa mendengarkan sikap bersungut-sungut bangsa Israel?

Refleksi

Bagaimana sikapku menghadapi sikap orang, anggota keluarga yang mirip dengan bangsa Israel?

Doa 

Ya Bapa, semoga aku mampu menjadi pemimpin yang tangguh dan tahan uji dalam memimpin orang dengan berbagai macam karakter. Amin.

Perutusan

Aku belajar tangguh dan tahan uji dalam memimpin orang dari berbagai macam karakter (Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: