Lentera Keluarga: Selasa, 29 Agustus 2017 – Nabi Bagi Keluarga


Wafatnya Yohanes Pembaptis


Bacaan: Yer 1:17-19; Mzm 71:1-41.5-6b.15.17; Mrk 6:17-29.


Renungan


HERODES sungguh tahu bahwa tindakannya menikahi Herodias adalah tidak benar dan tidak berkenan di hadapan Allah. Kekuasaan atau kedudukan serta harga diri membuat Herodes “membunuh” suara kenabian yang ada dalam dirinya sendiri dan yang diwartakan oleh Yohanes Pembaptis.  Yohanes Pembaptis wafat sebagai nabi perkawinan.


Sikap “Herodes” masih ada di jaman sekarangpun ini. Beberapa orang kristen menikah tidak sah secara gerejani, namun sama sekali tidak terusik untuk melihat bahwa perkawinan ini bukan hanya tidak sah, tetapi juga membawa mereka tidak sejalan dengan panggilan Tuhan.


Beberapa gembala dan pada pendamping keluarga diprotes “tidak manusiawi” karena mengajarkan bahwa perkawinan itu satu dan tak terpisahkan, sehingga menunut kesetiaan seumur hidup. Kenabian seperti ini tidak mengenakkan bagi beberapa orang, sehingga memilih untuk “lari” dari panggilan iman dan gereja untuk hanya sekedar melegalkan perkawinan baru yang dikehendaki.  Alasan “perkawinan kami sudah sah secara sipil” dijadikan tameng bahwa perkawinan itu baik dan berkenan di hadapan Allah.


Marilah kita menjadi nabi perkawinan kristiani dengan memberikan kesaksian yang benar akan perkawinan sakramental yang satu dan setia seumur hidup. Marilah kita juga berani menjadi nabi, yang bukan hanya menegur dan tetapi juga meneguhkan saudara-saudari kita yang mengalami situasi perpecahan dalam perkawinan mereka, supaya mereka tetap menunjukkan kasih dan setia Allah yang mengatasi kerapuhan dan kelamahan manusia.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana Yohanes Pembaptis berani mewartakan kebenaran perkawinan kepada Herodes.


Refleksi


Bagaimana aku dapat menjadi nabi bagi perkawinan zaman sekarang?


Doa 


Ya Bapa,  semoga kesaksian dan pewartaanku tentang kasih dan setiaMu dalam perkawinan semakin memancar kepada lingkungan hidupku. Amin.


Perutusan


Aku mendampingi saudara-saudariku yang mengalami kesulitan dalam perkawinan untuk tetap mewujudkan kasih dan setia Allah melalui janji perkawinannya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: