Lentera Keluarga: Selasa, 22 Agustus 2017 – Allah tidak diam


St Maria Ratu.


Bacaan: Hak 6:11-24a; Mzm 85:9.11-14; Mat 19:23-30.


Renungan


PERTANYAAN dan perkataan Gideon mengenai keabsenan Tuhan dalam menjadi cermin pengalaman iman bangsa Israel. Tuhan telah meninggalkan Israel dan membiarkan Israel mengalami situasi situasi sulit. Kisah-kisah hebat Allah di masa lalu tidak dialami pada masa-masa sekarang. Pilihan Allah atas Gideon menjadi tanda bahwa Allah selalu menyertai dan tanda bahwa Allah akan melakukan hal-hal besar sebagaimana pernah Ia kerjakan di masa lalu.


Apa yang diungkapkan Gideon juga kadang kita ungkapkan kita dihadapan Allah. Kita mengalami Allah absen dalam pergumulan hidup kita. Karya-karya besar Allah hanya sekedar menjadi cerita, tapi tidak kita alami sekarang. Tetapi apakah Allah sungguh diam dan tidak berbuat apa-apa? Tidak. Allah tetap perduli dan melakukan sesuatu untuk kebaikan kita. Sebagaimana Gideon, kadang kita membutuhkan bukti penyertaan Tuhan ketika ada teman atau saudara yang mengatakan bahwa Tuhan tetap menyertai kita.  Mari kita buka mata hati kita untuk melihat bahwa ternyata Tuhan tetap perduli pada kita.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana Gideon diyakinkan oleh Malaikat tentang penyertaan Allah.


Refleksi


Bagaimana aku belajar membuka mata hatiku untuk melihat tanda kehadiran Allah dalam hidupku!


Doa 


Ya Bapa, semoga aku melihat dengan iman bahwa Engkau tidak pernah diam dan meninggalkanku. Amin.


Perutusan


Aku memohon iman untuk melihat Tuhan yang perduli akan hidupku. (Morist MSF)


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: