Bacaan: 1Tim 3:14-16; Mzm 111:1-6; Luk 7:31-35.


Renungan


TIDAK mudah Tuhan Yesus menyadarkan orang banyak yang tak mudah percaya walaupun tanda-tanda  itu nyata dihadapan mereka. Mereka adalah orang yang sudah mati rasa, kehilangan empati dan memasung kehendak Allah dalam kerangka pikiran mereka sendiri. Begitu herannya Yesus mengahadapi mereka sehingga Ia berkata dalam perumpamaan “Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari.  Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.’


Tidak mudah berhadapan dan berkomunikasi dengan orang yang sudah antipati. Apapun yang kita lakukan demi kebaikannya tidak akan pernah benar di hadapannya. Serba salah. Situasi seperti dapat terjadi dalam pelayanan dan juga dalam hidup berkeluarga ketika kita berkonflik. Bagaimana kita menyikapinya? Sama seperti Tuhan Yesus kita ada bukan untuk memuaskan orang lain, tetapi untuk membawa kebenaran perwahyuan Allah. Kita lakukan apa yang sungguh baik dan setia melakukannya. Jangan sampai kebaikan kita luntur berhadapan dengan sikap antipati.


Kontemplasi


Gambarkan sikap Yesus berhadap dengan sikap antipati orang-orang yahudi pada waktu itu.


Refleksi


Bagaimana reaksiku ketika segala kebaikanku kepada orang lain tidak mendapatkan tanggapan yang baik?


Doa  


Ya Bapa, semoga kebaikan hatiku tetap ada bagi semua orang. Amin


Perutusan


Aku setia melakukan kebaikan kepada semua orang (Morist-MSF)


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.