Selasa,  1 Mei 2018.


Bacaan:   Kis 14:19-28; Mzm 145:10-11.12-13b.21; Yoh 14:27-31a


Renungan:


KISAH Paulus dan Barnabas begitu heroik. Hari pewarta awal di Listra, mereka diseret dan dilempari batu sampai diperkirakan meninggal, pagi harinya mereka berdua berangkat ke Derbe mewartakan Injil dan penghiburan. Mereka terus berkeliling dan di setiap kelompok jemaat. Pemgalaman penolakan dan penerimaan menjadi “asam garam” dari pewartaan Paulus dan Barnabas. Pewarta-pewarta yang bermental baja inilah yang membawa kekristenan dapat meluas dan berkembang di luar Israel.


Pewartaan Gereja membutuhkan hadirnya pewarta-pewarta yang handal. Pewarta  yang tidak mengeluh dan berhenti karena kesulitan ataupun penolakan. Pewarta yang berani dan pantang menyerah dan tidak fokus pada kesulitan. Pewarta yang dedicated karena pengalaman iman kuat dan dibalut oleh kecintaan kepada misi gereja.


Kadang sebagai seorang imam-religius, kita harus angkat topi melihat bagaimana para awam begitu aktif dalam pelayanan pewartaan gereja. Begitu pulang kerja, mereka segera mendampingi para katekumen, atau calon komuni pertama, atau krisma; atau mereka mempersiapkan acara-acara besar. Kadang kitapun kagum akan pengalaman hidup mereka yang  rela  memberikan waktu, dana, tenaga (all out)  dalam pelayanan dan kemampuan mereka memberikan pengajaran yang menggigit dan kena pada umat. Sungguh kita perlu para pewarta seperti ini. Tetapi juga ini menjadi cermin dan cambuk bagi kita, yang memang dikhususkan untuk menjadi pewarta terdepan gereja, untuk all out dan berkarakter kuat dalam pewartaan injil.


Pewarta yang handal seperti ini bukan muncul instant; mereka harus dipersiapkan dengan pengalaman dan pengetahuan iman yang cukup serta pendidikan karakter. Ini tanggungjawab keluarga dan gereja, yang harus terlibat dalam proses katekese anak. Terlibat bukan hanya mengantar anak untuk katekese; atau  mengikuti rekoleksi orang tua; tetapi bersama katekis harus merancang-melakukan suatu katekese keluarga.


Syukur bahwa gereja terbantu dengan Sekolah dan Kursus Evangeliasasi Pribadi. Alangkah baiknya jika pembentukan karakter pewarta itu terjadi sejak dengan menanamkan bahwa setiap orang kristen adalah pewarta dan harus menjadi pewarta.


Kontemplasi


Gambarkan bagaiama karakter pelayan Paulus dan Barnabas yang nampak dalam Kisah Para Rasul.


Refleksi


Bagaimana keterlibatanku dalam pewartaan gereja? Apakah karakter pewarta handal itu juga kuhayati dalam hidup dan karya?


Doa


Ya Bapa, jadikanlah aku menjadi pewarta Kristus yang dapat diandalkan dan tahan uji. Amin.


Perutusan


Jadilah pewarta yang handal, bisa diandalkan dan tahan uji. Renungkanlah video singkat ini:  https://www.youtube.com/watch?v=eUVu3FzwK8o


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.