Lentera Keluarga – Pencobaan Dan Ketekunan

Senin, 12 Februari 2018.
Bacaan:  Yak 1:1-11; Mzm 119:67.68.71.72.75.76; Mrk 8:11-13

Renungan

YAKOBUS dengan indah mengungkapkan bahwa pencobaan harus disikapi sebagai kebahagiaan, karena sikap itu akan membawa ketekunan; dan ketekunan itu akan menghasilkan buah yaitu menjadikan hidup semakin sempurna, utuh dan tak kan berkekurangan.

Pencobaan, situasi buruk atau kesulitan, atau tantangan datang dalam hidup kita dan keluarga kita tanpa diundang dan tanda schedule. Banyak kita terpancang pada besar kecilnya pencobaan saja. Tetapi kita juga perlu sadar bahwa yang  lebih pokok dari besar atau kecilnya pencobaan itu adalah sikap kita dalam menghadapinya. Kita dapat bersikap negatif atau bersikap positif. Sikap negatif itu nampak dalam pikiran dan perilaku kita yang mempertanyakan jawaban atas pencobaan, menolaknya, menyalahkan orang lain atau Tuhan, melarikan diri, depresi, lelah, menyerah dan bahkan sampai ada keinginan untuk mengakhiri hidup. Tetapi kita juga dapat menghadapinya secara positif: menerima dan menghadapi pencobaan, menjalaninya dengan gembira, menyesuaikan diri, mencari jalan keluar yang paling baik di antara banyak kemungkinan, serta menjadikannya sebagai kesempatan untuk bertumbuh diri dalam iman dan kepribadian. Karakter kita akan nampak, diuji dan ditempa justru ketika mengalami pencobaan hidup.

Banyak orang berhasil, bukan karena hidupnya mulus dan berjalan lurus, tetapi ketika ia berani menjadikan pencobaan itu sebagai kesempatan untuk menempa karakter hidupnya.

Kontemplasi

Rasakan gema semangat yang diungkapkan oleh Yakobus mengenai sikap dalam menghadapi pencobaan.

Refleksi

Bagaimana sikapku menghadapi pencobaan? Apakah aku menerima dengan kegembiraan, ketekunan dan menjadikanlah sebagai ujian bagi karakter diriku dan imanku?

Doa

Ya Bapa, jauhkanlah kami dari pencobaan. Dan ketika kami tidak bisa menghindarinya, ajarilah kami menjadikannya sebagai kesempatan untuk ujian dan tempaan bagi karakter dan iman kami. Amin.

Perutusan

Hadapilah pencobaan hidup dengan kegembiraan dan ketekunan sebagai sebuah tempaan bagi karakter anda.

*Kita sisipkan doa untuk kedamaian dan kerukunan bangsa kita.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: