Lentera Keluarga – Merasul Dan Bersaksi


Jumat, 10 November 2017. PW. Leo Agung.
Bacaan: Rom 15:14-21; Mzm 98:1-4; Luk 16:1-8.


Renungan


PAULUS semakin menyadari panggilannya sebagai perintis iman di tempat dimana Yesus belum dikenal.  Ia mengatakan ” aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat dimana Kritus telah dikenal orang…” Merintis gereja mempunyai  tantangan berbeda dengan membina gereja yang sudah ada. Merintis gereja baru mengandaikan kemampuan untuk  keluar dari diri sendiri, mulai dari nol dalam banyak hal, menerima resiko pertentangan-penolakan, mempunyai kemampuan apologetis (membela dan mempertahankan iman) dan menanamkan kebiasaan hidup kristen. Dan yang paling menarik adalah bahwa keluarga-keluarga menjadi pintu bagi Paulus untuk memulai karya ini.


Jika kita melihat porsi aktifitas pastoral kita, dengan mudah kita akan melihat bahwa kegiatan kita banyak berkutat di dalam gereja; demikian juga aktifitas kelompok-kelompok kategorial yang ada. Semangat misi Paulus mengundang kita untuk menyebar, berkomunikasi dengan orang-orang lain yang berbeda dengan kita, menyentuh orang-orang di luar gereja kita. Misi mempunyai dimensi interna dan externa. Semangat Paulus mengajak kita juga untuk menggagas sekolah misi keluar, melanjutkan apa yang sudah baik dimulai dalam KEP dan SEP. Isyu “kristeninasasi” tidak harus menakutkan bagi kita. Kita ingin bahwa semua orang mengenal Yesus dan tidak pernah memaksa orang jadi kristen, karena menjadi kristen adalah sebuah panggilan bebas.


Keberanian misi externa itu juga dapat dilatihkan di dalam keluarga dengan keterlibatan kita dalam hidup bermasyarakat, baik ditingkat RT ataupun RW. Keterlibatan itu kita ungkapkan dengan sapaan-sapaan sederhana, undangan untuk acara syukuran, atau berbagi kasih  kepada mereka.


Kontemplasi


Rasakanlah semangat misioner yang hidup dalam jiwa Paulus.


Refleksi


Bagaimana aku dapat bermisi keluar? Apa hal-hal yang dapat kulakukan secara konkret?


Doa 


Ya Bapa, semoga karena pewartaan dan kesaksian hidup gerejaMu, setiap orang mengenal Engkau sebagai Bapa dan mengenal Yesus sebagai juruselamat. Amin.


Perutusan


Aku menyapa saudara-saudara yang tidak seiman dan mengambil bagian dalam kerja bersama dengan mereka (Morist MSF)


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply