Lentera Keluarga – Mata Yang Melihat

Selasa, 05 Desember 2017
Bacaan: Yes 11:1-10; Mzm 72:2.7-8.12-13.17; Luk 10:21-24.

Renungan

SABDA Tuhan kepada para ke 70 murid “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat …. banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat,  namun tidak melihatnya,

dan ingin mendengar apa yang kalian dengar,  tetapi tidak mendengarnya.”  Apa yang tidak dilihat dan didengar oleh nabin dan raja, justru diperlihatkan oleh orang kecil dan sederhana? Tentunya adalah kemenangan Tuhan atas kuasa kegelapan : “setan-setan takluk kepada kami demi namaMu” demikian komentar 70 orang dan pernyataan itu ditegaskan oleh Tuhah Yesus “Aku telah melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit”. Melihat Tuhan dan kemenangan Tuhan atas kuasa kegelapan.

Setiap selesai memberi retret/rekoleksi untuk keluarga, selalu ada rasa bahagia bahwa kuasa Tuhan itu mengatasi segala kerapuhan dan kedosaan manusia. Kuasa Tuhan terlibat-terdengar, teraba, tercium dan tercecap dalam pemulihan pribadi, pemulihan relasi maupun pemulihan keluarga. Teologi lama menyebut sebagai sebuah tindakan “memenangkan jiwa-jiwa” bagi kemuliaan Allah.  Setiap orang yang mempunyai mata hati yang terasah akan dapat melihat dan mendengar kehadiran Tuhan dan karyaNya yang ajaib dalam hidup kita sehari-hari. Mata batin iman ini akan memberikan “kebahagiaan” hidup tersendiri bagi kita.

Demikian juga halnya dalam relasi suami isteri. Kadang karena tuntutan dan cara pikir kita sendiri, kita tidak mampu melihat cinta dan pengorbanan pasangan kita bagi kita. Kita tahunya bahwa ia biasa-biasa saja dan bahkan tidak mencintai kita. Namun ketika “mata hati” kita terbuka, kita mau menundukkan tuntutan dan cara pikir kita sendiri, kita akan dapat menangkap kasih yang begitu besar yang telah diberikan pasangan kita kepada kita. Maka berbahagialah orang yang melihat dan mendengar bahwa apa yang dilakukan oleh pasangan andalah sebuah ungkapan kasih yang besar dan penuh pengorbanan.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana kegembiraan dan sukacita karena melihat dan mendengar Tuhan dan kuasa kerajaanNya.

Refleksi

Bagaimana aku melihat dan mendengar dengan cara baru baik dalam hidup beriman maupun dalam relasiku dengan keluargaku?

Doa 

Ya Bapa, ajar aku melihatMu dan karya agungMu dengan mata batin iman yang jernih. Amin.

Perutusan

Aku mohon kepekaan untuk melihat Tuhan secara baru (Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply