Lentera Keluarga – Letih Dan Lesu

Rabu, 13 Desember 2017 . PW Santa Lucia.
Bacaan:  Yes 40:25-31: Mzm 103:1-4.8-10; Mat 11:28-30

Renungan

YESAYA dengan indah mengungkapkan bahwa Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu karena menciptakan alam ciptaan. Tuhan juga yang memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya.  Tuhan Yesus juga mengungkapkan dan menyediakan diri sebagai tempat bagi mereka yang mengalami “letih lesu dan berbeban berat” dan memberi semangat baru untuk terus memikul salib.

Kenyataan hidup perkawinan dan keluarga kadang tidak semulus yang kita bayangkan sebelumnya. Kadang masalah silih berganti datang sehingga tidak membiarkan kita bernafas lega. Baru selesai masalah relasi, muncul masalah anak, kemudian disusul lagi masalah sekolah, masalah finansial, kesehatan, jaminan hari tua, asuransi, mertua, orang tua dan pekerjaan. Pengalaman-pengalaman ini kadang membuat kita tidak dapat mengistirahatkan fisik dan pikiran kita. Kita menjadi lelah; lelah secara fisik maupun secara mental. Dan jika kita sudah lelah secara fisik dan mental, maka dampaknya adalah bahwa persoalan dan tantangan yang kita hadapi semakin berat. Kita tidak mampu fight; wajah kita mulai lesu dan tubuh tidak mempunyai energi untuk mengerjakan sesuatu. Begitu kita mau mulai bekerja, kita sudah berpikir tentang beratnya pekerjaan kita dan kita sudah akan merasa lelah sebelum kita melakukannya. Jika hal ini tidak kita sikapi kita akan mengalami insomnia dan depresi yang akan merugikan kita sendiri dan orang lain di sekitar kita.

Ketika kita letih, lesu dan berbeban secara fisik dan mental, yang kita perlukan hanya satu: beristirahat di dalam Tuhan. Kemampuan dan kemauan kita mengistirahatkan fisik, pikiran dan hati kita  ditopang oleh keberanian kita untuk percaya pada Tuhan.  Kita percayakan bahwa Tuhan akan membantu kita. Beristirahat fisik, pikiran dan hati mendorong kita untuk slow motion dan mengambil jarak terhadap kesibukan kita.

Saatnya bagi kita untuk mematikan HP dan televisi, membicarakan hal-hal lain yang bukan pekerjaan dan masalah, menikmati keindahan alam, bermain dengan anggota keluarga kita, dan menikmati kebersamaan dengan mereka.

Selain family time, kita juga perlu beristirahat di dalam Tuhan dalam keheningan pribadi kita. Kita sadarkan diri kita di bahu Yesus yang penuh kasih dan kelembutan yang akan memberikan kepada kita kesegeran hidup dan semangat tempur baru.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Tuhan Yesus menjadikan diriNya sebagai tempat kita untuk menemukan sumber kekuatan baru.

Refleksi

Bagaimana aku menghadapi pengalaman keletihan, lelah dan beban berat dalam hidupku? Apakah aku mencari pengalihan dengan hiburan yang tidak sehat ataukan aku berani datang kepada Tuhan?

Doa

Ya Tuhan, hanya kepadaMu aku menemukan istirahat dalam keletihan, kelelahan dan beban beratku. Renungkan lagu Restless dari  Audrey Assad: https://www.youtube.com/watch?v=UuhYZrn4flo

Perutusan

Merencanakan dan menikmati  family time  serta menyediakan  waktu hening pribadi untuk menikmati istirahat di dalam Tuhan.  

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: