Lentera Keluarga – Kualitas Murid


Rabu, 21 Maret 2018.
Bacaan: Dan 3:14-20.24-25.28; T.Dan 3:52.53.54.55.56: Yoh 8:31-42


Renungan


KONFLIK Tuhan Yesus dengan orang farisi dan ahli kitab berimbas pada konflikNya dengan dengan orang-orang Yahudi, termasuk dengan orang Yahudi yang percaya kepadaNya. Yesus berbicara soal : kualitas iman. Kualitas seorang murid (mathetai) ditunjukkan deng dengan “tinggal (meinete) dalam firmanKu”. Jika itu dilakukan maka dapat dikatakan mereka: sungguh murid, mengenal kebenaran dan kebenaran itu akan membebaskan.


Masa prapaska menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar dan bercermin dari Yesus bagaimana menjadi murid. Yesus tidak mau kita menjadi murid yang oportunis: menjadi murid ketika situasi menguntungkan dan lari ketika situasi menjadi berat. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mrk 8:34). Yesus tinggal dalam Bapa. Cinta kasih Bapa tetap hadir dalam penderitaanNya yang tak terhingga. Ia tetap berpikir benar, perasaanNya jernih dan hatiNya tetap mencintai walaupun secara ragaNya hancur dan menderita. “Tinggal dalam firmanNya” berarti berani menerima dan memeluk salib dengan tetap berpikir benar, berperaan jernih dan hati yang tetap mencintai. Boleh sebagai murid kita meminta kepada Yesus Guru kita aneka berkat untuk kesembuhan, rejeki yang berkecukupan, pengajaran iman yang menghibur, dan mujijat-mujijat lain.  Tetapi kita tidak boleh menjadi murid yang “manja”, tetapi murid yang juga berani mengembil sikap dan cara hidup seperti Guru kita, terutama ketika ketika kita berada dalam situasi salib.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana perdebatan Yesus dengan orang-orang Yahudi yang pecaya kepadaNya.


Refleksi


Apa artinya bagiku menjadi murid Yesus? Apakah aku mencari kepentingan hidupku dari Yesus, ataukah aku berani belajar mempunyai karakter seperti Yesus?


Doa


Ya Bapa, semoga aku menjadi murid yang semakin hidup dan menghidupi Yesus, Guru kami.


Perutusan


Jadilah murid yang mempunyai kualitas dan krakter hidup seperti Sang Guru.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply