Lentera Keluarga – Kriteria Allah

Selasa, 16 Januari 2018.

Bacaan: 1Sam 16:1-13; Mzm 89:20.21-22.27-28; Mrk 2:23-28

Renungan

SAMUEL yang  kecewa dengan Saul karena ketidaktaatan Saul diminta Allah untuk mengurapi seorang raja. Ketika melihat Eliab, anak Isai dengan segera ia merasa yakin, tetapi kembali bukan itu pilihan Allah. Tetapi kemudian Allah menunjukan kepada Samuel anak bungsu/terkecil dari Isai yaitu Daud: kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Allah mengatakan :” Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”.  Inilah yang disebut dengan sebuah discernment kepemimpinan.

Walaupun organisasi, komunitas, atau gereja tidak ditentukan mati hidupnya oleh pemimpinnya, tetapi figur seorang pemimpin itu sangat menentukan gerak hidup organisasi, komunitas ataupun gereja. Memang tidak mudah mencari orang yang mampu dan mau untuk mengambil bagian tanggungjawab, apalagi yang sidatnya adalah pelayanannya. “ya itu-itu saja”. Kadang kita terpaksa memilih atau bahkan menunjuk begitu saja; yang penting ada orang yang mau.

Beberapa orang yang berkualitas baik biasanya sendang “menggembalakan ternak di padang” seperti Daud; Mereka adalah “anak bungsu” dalam hidup organisasi, komunitas atau gereja. Mereka adalah para profesional dari berbagi macam bidang. Keahlian mereka sangat baik bagi perkembangan sebuah organisasi, komunitas ataupun gereja. Kadang kehadiran “anak bungsu” ini kemudian dipertanyakan pengalamannya, dikritik karena idealismenya, atau bahkan ditolak gagasan-gagasannya. Pengalaman itu adalah pengalaman yang wajar.

Bagi kita penting untuk tidak sekedar mengisisi posisi, menunjuk pemimpin yang mau saja; tetapi kita perlu kesabaran dan ketekunan untuk discernment. Jangan meresikokan sebuah organisasi, komunitas dan gereja dengan pribadi yang sekedar mengisi kekosongan. Kita membuat pelayanan Injil terhambat karenanya.  Pilihan Tuhan kadang tidak berjalan sama dengan pilihan kita. Dan kita selalu yakin bahwa Tuhan tidak pernah salah memilih.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana Samuel berdiscernment untuk mengurapi Daud menjadi raja pengganti Saul.

Refleksi

Apakah dalam memilih kepemimpinan organisasi, komunitas dan gereja, aku mengedepankan dicernment?

Doa

Ya Bapa, semoga ajarilah kami untuk memilih pemimpin-pemimpin yang baik di dalam pandanganMu.

Perutusan

Belajar dicernment dalam setiap pemilihan kepemimpinan, terutama dalam pelayanan gereja

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: