Rabu, 9  Mei 2018.


Bacaan:  Kis 17:15.22-18:1; Mzm 148:1-2.11-12b.12c-14a.14bcd; Yoh 16:12-15.


Renungan:


AEROPAGUS (bukit Mars atau Ares), tempat dimana para filsuf Yunani berargumentasi ilmiah untuk menemukan kebenaran. Diskursus Paulus tentang Allah yang tidak dikenal dan terutama tentang kebangkitan ditolak dan ditertawakan. Namun demikian toh ada yang menjadi percaya seperti Dionisius dan Damaris. Paulus tidak berhenti mewartakan Kristus walaupun ia “gagal” meyakinkan para pemikir Yunani di Athena.


Tidak semua pewarta mampu meyakinkan orang lain dan bahkan mungkin ditolak dan ditertawakan. Kadang kita  tidak bisa menjawab pertanyaan mereka ketika mereka mendebat. Perlu kita yakini benar bahwa keterbatasan kita untuk mempertanggungjawabkan iman dengan meyakinkan kepada orang lain, tidak berarti bahwa iman kita tidak benar. Justru pengalaman itu menjadi kesempatan bagi kita untuk mau belajar. Kita tidak bisa mengatakan bahwa “saya harus pintar dan dibekali dengan banyak ilmu dulu baru bisa menjadi pewarta”.  Justru tugas pewartaan kita yang kita terima itulah yang mendorong kita untuk belajar dan terus belajar mempertanggungjawabkan iman kita untuk dapat dikomunikasikan kepada orang lain.


Pengalaman Aeropagus itu juga dialami oleh orang tua ketika mendengarkan komentar-komentar anak yang “aneh” mengenai iman kristen. Anak sekarang berpikir logis dan pengetahuan mereka semakin luas. Dan kadang dengan pengetahuan itu, mereka mempertanyakan kebenaran iman yang dipikirnya tidak masuk akal. Dan kita kalah dalam berargumentasi., Akibatnya adalah mereka cenderung jauh meninggalkan iman dan cara hidup beriman. Lalu apa yang perlu kita buat sebagai orang tua? Jawabannya adalah satu: belajar memberikan jawaban iman dan tetap mewartakan iman kepada anak-anak kita. Ada banyak media yang dapat kita gunakan sebagai sumber informasi dan pengajaran.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana Paulus tetap setia dan semangat dalam mewartakan Injil walaupun mengalami “kekalahan” dalam perdebatan di Aeropagus.


Refleksi


Bagaimana sikapku ketika aku tidak mampu menyakinkan orang tentang iman kristen? Apakah aku berhenti atau aku terus mau belajar?


Doa


Ya Bapa, ajar kami tekun untuk memepertanggungjawabkan iman dan membahasakan iman pada jaman sekarang. Amin.


Perutusan


Jangan lelah dan teruslah belajar untuk memberikan jawaban iman yang meyakinkan kepada anak-anak anda ketika mereka mempertanyakan kebenaran iman kristen (Morist MSF).


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.