Lentera Keluarga – Kemuliaan dan Penderitaan

Minggu, 25 Maret 2018. Minggu Palma
Bacaan: Yes 50:4-7; Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; Flp 2:6-11; Mrk 14:1-15:47

Renungan

PADA hari ini kita merayakan kemuliaan Tuhan yang disambut dan dielukan oleh banyak orang ” Hossana Putera Daud” dan kemudian kitapun mendengarkan bagaimana keriuhan kemuliaan itu hilang berubah dengan keriuhan penghinaan. Namun kualitas pribadi Yesus sungguh sangat mengagumkan justru ketika Ia sedang mengalami ujian hidup yang sangat berat dan sampai membawa kematian. Kutipan Nabi Yesaya dengan indah melukiskan keteguhan iman itu: “Tuhan Allah telah membuka telingaku,  dan aku tidak memberontak,  tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku  kepada orang-orang yang memukul aku,  dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.  Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.

Perjalanan hidup dapat membawa kita para kemuliaan sehingga orang mencari dan memuji kita; tetapi juga dapat membawa kita pada situasi buruk dimana orang menertawakan dan mengutuki kita. Perayaan Minggu Palma ini mengundang kita untuk belajar dari Tuhan Yesus, yang tetap rendah hati di dalam kemuliaan dan mempunyai karakter sebagai seorang “ksatria” dalam menghadapi situasi sulit. Ia tidak lari, takut, mengeluh, menyesali diri, mengutuki apalagi menyalahkan Allah.

Melalui tokoh-tokoh Passio juga memberikan kepada kita sebuah cermin dari pribadi-pribadi yang  goyah dalam kebenaran karena aneka kepentingan. Kitapun kadang rela atau “terpaksa” diam dan mengingkari kebenaran karena aneka kepentingan yang menguntungkan kita. Semoga masa pekan suci yang kita masuki ini membawa kita para perubahan hidup untuk setia melakukan kehendak Allah dengan hati seorang ksatria, terutama ketika karena kehendak itu situasi hidup tidak membuat kita diuntungkan.

Kontemplasi

Gambarkanlah kisah passio pada hari ini dan ikutlah dengan sepenuh hati, jiwa dan perasaan.

Refleksi

Bagaimana aku dapat membawa semangat “hamba Yahwe” itu dalam hidup imanku?

Doa

Ya Bapa, semoga dengan memasuki pekan suci, aku semakin bertumbuh dalam iman dan kesetiaan sebagaimana diteladankan oleh Yesus PuteraMu. Amin.

Perutusan

Ikutilah kisah sengasara sebagai cermin dalam hidupmu dan belajarlah dari karakter Tuhan. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply