Lentera Keluarga – Jumat, 28 Juli 2017: 10 Perintah Allah Bagi Keluarga

Bacaan: Kel 20:1-17; Mzm 19:8-11; Mat 13:16-23.

Renungan

DI Gunung Sinai Musa menerima 10 perintah Allah (decalog). Perintah-perintah dasar yang menyangkut relasi dengan Allah (3 perintah) dan hidup bersama keluarga besar Israel (7 perintah). Delapan perintah “negatif” dengan kata “jangan” dan dua peritah “positif” Semua perintah Allah, terutama yang diawali dengan kata “jangan” ini bertujuan memberikan standar minimal untuk mengungkapkan bakti kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama.

Perintah atau aturan, walaupun mungkin kesannya negatif, tetaplah penting dalam hidup berkeluarga. Tanpa aturan, maka setiap pribadi, akan menjadi pembuat aturan sendiri dan rentan konflik. Aturan-aturan itu dapat dibuat oleh orang tua dan juga disepakati oleh keluarga. Aturan ada untuk seluruh keluarga, tanpa kecuali. Aturan dalam keluarga ini penting untuk membangun kebiasaan hidup keluarga.

Aturan kebiasaan hidup keluarga itu tidak boleh hanya mengatur hubungan keluarga, tetapi harus juga menyangkut relasi seluruh anggota keluarga dengan Allah. Iman justru diwariskan melalui aturan bersama yang kemudian menjadi habitus iman keluarga.

Namun ada catatan penting yang perlu kita cermati. Kita sebagai orang tua tidak jarang dituduh sebagai “otoriter” dan “memaksakan kehendak” terutama karena kita menempatkan diri kita di atas aturan yang kita buat dan kita tidak konsisten. Kita sebagai orang tua adalah pribadi yang harus ada di garis depan aturan-aturan keluarga yang kita buat bersama.

Kontemplasi

Gambarkan apa pentingnya Allah memberikan 10 perintah kepada bangsa Israel.

Refleksi

Apakah di dalam keluargaku ada pedoman hidup yang jelas?

Doa 

Ya Bapa, semoga melalu pedoman hidup dalam keluarga, aku semakin bertumbuh dalam kasih kepadaMu dan kepada seluruh anggota keluargaku. Amin.

Perutusan

Aku membahasakan ulang 10 perintah Allah menjadi decalog keluargaku (Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: