Lentera Keluarga – Jangan Takut & Diam


Jumat, 11  Mei 2018.


Bacaan: Kis 18:9-18; Mzm 47:2-3.4-5.6-7; Yoh 16:20-23a


Renungan:


FIRMAN Tuhan kepada Paulus “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam….” Kata-kata ini menyiratkan di satu sisi tantangan dan resiko dari pewartaan yang telah dan akan dilakukan oleh Paulus tetapi sekaligus perintah Allah untuk mewartakan berita Injil yang tidak boleh dihalangi oleh siapapun. Perbedaan penafsiran antara orang yahudi kristen – orang yahudi tidak hanya membawa pada perdebatan tetapi sudah mengarah kepada penghakiman dan main hakim sendiri.


Di berbagai macam tempat, termasuk di negara kita, kadang pewartaan firman Tuhan itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati bahkan mungkin dengan ketakutan karena arogansi beberapa kelompok. Perintah Allah kepada Paulus juga bergema kepada kita sekarang “Jangan takut! teruslah memberikan firman dan jangan diam..” Karya Allah tidak dapat dicancel karena takut;  keselamatan kepada semua bangsa tidak boleh tidak sampai kepada semua orang karena kita diam. Perintah Agung Tuhan pada waktu naik ke surga jelas. Bahwa pewartaan injil itu bukan pekerjaan tambahan, part timer; tetapi adalah sebuah keniscayaan dan keharusan. Tuhan membutuhkan para pewarta yang berani dan bijak.


Sikap takut untuk menyatakan kebenaran dan diam dapat berakibat fatal bagi kehidupan perkawinan dan keluarga, bahkan komunitas. Jika kita mengasihi keluarga dan komunitas kita, maka kita seharusya tidak perlu takut untuk berkonfrontasi dan meninggalkan sikap diam. Jika kita takut dan diam, maka kita akan kehilangan mereka. Tidak mungkin orang bisa sadar akan kebaikan dan Tuhan, jika kita tidak mewartakannya. Kita bertanggungjawab atas keselamatan dan kebaikan mereka.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana Paulus tetap bersemangat dalam pewartaan Injil walau merasa takut dan gentar.


Refleksi


Apakah aku berani mengambil tanggungjawab  untuk menyatakan kebenaran, meninggalkan sikap diam dan mengatasi rasa takut?


Doa


Ya Bapa, sertailah para pewartaMu dengan keberanian dan kebijaksanaan dalam mewartakan kebenaran InjilMu.


Perutusan


Jadilah pewarta firman tanpa gentar dan takut mulai dari keluarga anda sendiri.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: