Lentera Keluarga – Integritas iman


Selasa, 27 Februari 2018.
Bacaan: Yes 1:10.16-20; Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; Mat 23:1-12


Renungan


DI HADAPAN para murid dan banyak orang, Tuhan Yesus berbicara mengenai kehancuran hidup rohani yang dialami oleh ahli kitab dan orang farisi. Mereka menduduki “kursi Musa” artinya penerus perutusan dan berbicara dengan otoritas Musa untuk menafsirkan tradisi, memberikan hukum dan mengajar.


Ada tiga kehancuran hidup rohani yang mereka alami:


1) mereka mengatakan tetapi tidak melakukan;
2) mereka meletakkan beban dipundak orang lain tetapi tidak mau menyentuhnya;
3) ingin dilihat orang dan mencari harga diri.


Meskipun demikian Tuhan Yesus   mengatakan ” turutilah dan lakukanlah sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu”.


Kritik Tuhan Yesus kepada ahli kitab dan orang farisi juga berlaku untuk kita para pemimpin rohani: gembala gereja, pemimpin umat, lembaga rohani ataupun orang tua. Kesempatan masa prapaska ini mengajak kita untuk merenungkan ketiga “kehancuran hidup rohani” yang dapat kita alami sebagai pemimpin rohani. “Kehancuran hidup rohani” itu sangat berdampak bukan hanya untuk kita tetapi juga bagi kehidupan iman jemaat. Tuhan menghendaki dari kita hidup dalam integritas diri.


Kitapun sebagai umat-anggota juga diundang untuk tetap taat pada apa yang diajarkan oleh para pemimpin rohani. Jangan sampai karena kelemahan para pemimpin rohani, iman kita goyah-“mutung” dan kemudian pergi dari gereja, dari komunitas atau dari keluarga kita. Iman kita kepada Tuhan jangan kita pertaruhkan dengan ketidaksukaan kita pada para pemimpin rohani yang sedang mengalami “kehancuran hidup rohani”. Kita perlu fokus pada Tuhan dan kehendakNya. Kalau perlu, kitapun dapat mengingatkan dan memberikan masukan kepada para pemimpin rohani kita demi kebaikan gereja-komunitas.


Kontemplasi


Gambarkan bagaimana reaksi para pendengar Tuhan Yesus mendengar pengajaranNya.


Refleksi


Apakah aku sebagai pemimpin rohani “caring” terhadap hidup rohaniku sendiri, belajar hidup dalam integritas dan menerima masukan dari orang lain dengan kerendahan hati?


Apakah aku sebagai umat-anggota komunitas tetap mencari Tuhan dan fokus kepadaNya ketika aku berhadapan dengan pemimpin rohani yang sedang mengalami “krisis rohani”?


Doa


Ya Bapa, semoga kami dapat meneladan kepemimpinan rohani Yesus: mengatakan apa yang dihidupi dan menghidupi apa yang dikatakan. Dan ajarilah kami sebagai jemaat-anggota komunitas untuk fokus padaMu dan kehendakMu.


Perutusan


Hiduplah dalam integritas iman


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Romo Aristanto MSF

Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: