Rabu, 30 Mei 2018.

Bacaan: 1Pet 1:18-25; Mzm 147:12-13.14-15.19-20; Mrk 10:32-45.

Renungan:

KUTIPAN Surat Petrus mengingatkan kepada kita betapa berharganya hidup kita di hadapan Allah sehingga kita ditebus dari cara hidup kita yang sia-sia. Penebusan atas kebebasan kita ini  dibayar bukan dengan barang fana, bukan dengan perak atau emas melainkan dengan darah yang mahal yaitu darah Kristus. Betapa besar “harga” tebusan kita dan sekaligus harga kita dalam pandangan Allah.

Jika kita menengok sebentar hidup kita di masa lalu; Karena dosa dan cara hidup kita yang sia-sia, banyak orang di sekitar kita, terutama keluarga kita, mengalami penderitaan fisik dan psikis serta beban hidup yang tidak ringan. Itu tidak hanya terjadi sehari-hari, tetapi bertahun-tahun. Demikian juga Allah menderita karena kita walaupun kita “tidak merasakan” karena hati kita “mati rasa”. Dan syukur karena kasih Allah dan berkat usaha keluarga dengan segala pengorbanan mereka, kitapun sudah dipulihkan. Hidup kita sekarang ini ada karena pengorbanan Yesus dan keluarga kita yang tidak kecil. Betapa besar kasih Allah dan keluarga kepada kita. Betapa “tingginya” harga kita di hadapanNya dan di hadapan mereka.   Hanya ungkapan syukur dan hidup benar yang dapat kita berikan sambil terus menerus membantu pemulihan kepada setiap hati yang pernah kita lukai di masa lalu.

Kontemplasi

Bacalah dengan hati surat Petrus. Camkanlah bahwa Petrus mengatakan hal itu kepada anda secara pribadi.

Refleksi

Bagaimana aku mengalami betapa tinggi harga hidupku di hadapan Allah – keluargaku, dan betapa tinggi harga penebusan yang Allah dan keluargaku berikan dalam hidupku?

Doa

Ya Bapa, berlaksa syukur atas kasihMu atas pemulihan hidupku. Syukur yang kuungkapkan dalam cara hidup benar dan turut mengambil bagian dalam penebusan Yesus bagi saudara-saudariku yang masih hidup dalam kesia-siaan.

Perutusan

Bersyukurlah bahwa Allah mencintai anda dengan memberikan darah yang mahal sebagai tebusan bagi hidup anda.

Teruskanlah penebusan ini kepada saudara-saudari anda dengan mendoakannya dan membantunya mengalami pemulihan hidup

 https://www.youtube.com/watch?v=kkPRklRUHYw

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.