Lentera Keluarga, 3/8/ 2017: Allah Makin Dekat di tengah Padang Gurun Hidup Perkawinan dan Keluarga

Bacaan:   Kel 40:16-21.34-38; Mzm 84:3-6a.8a.11; Mat 13:47-53.

Renungan

ALLAH setia memimpin dan menemani perjalanan umat Israel melewati padang gurun menuju ke tanah terjanji. PenyertaanNya diungkapkan demikian indah oleh Kitab Ulangan hari ini: “ Sebab awan Tuhan itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari,  dan pada malam hari ada api di dalamnya,  di depan mata seluruh umat Israel  pada setiap tempat mereka berkemah.” Di padang gurun, kehadiran awan pada waktu siang dan api pada waktu malam adalah sebuah berkat yang luar biasa. Awan di siang hari sebagai pelindung – pengayom dari terik matahari yang mematikan. Api di malam hari sebagai penerang kegelapan, penghangat dinginnya padang gurun dan menghindari serangan dari binatang buas.

Perjalanan hidup keluarga kita menuju kepada tanah terjanji (keluarga sebagaimana diharapkan oleh Allah) dapat juga melintasi padang gurun: kering dan dinginya relasi, tekanan-tekanan beban persoalan hidup keluarga dan krisis yang mengantar kepada ketidakberdayaan total. Pengalaman berat dan krisis ini membuat kita kadang mudah sekali mengatakan bahwa “ Tuhan telah meninggalkan kita. Ia telah melupakan kita, karena dosa dan kelemahan kita.”

Tetapi tidaklah demikian. Kasih dan setia Tuhan tidak tergantung pada dosa dan kelemahan kita.  Ia tidak meninggalkan kita. Ia hadir semakin dekat di tengah-tengah keluarga kita (berkemah di antara kita), memimpin kita untuk terus berjalan maju melintasi padang gurun kita, menjamin hidup kita dan melindungi kita dari bahaya kehancuran.  Dalam situasi keetidakberdayaan total itulah, kita hanya bisa bergantung kepada kebaikan Tuhan. Kita perlu iman dan ketaatan kepada Allah.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana kasih dan setia Allah tercermin dalam kehadiran tiang awan dan tiang api.

Refleksi

Padang gurun apa yang kualami dalam hidup berkeluarga? Bagaimana aku dapat menangkap kehadiran Allah dalam situasi tersebut?

Doa 

Ya Bapa, sungguh besar kasih dan setiaMu. Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian. Engkau justru semakin dekat dengan kami ketika kami mengalami krisis. Engkaulah pemimpin dan pelindung kami. Amin.

Perutusan

Aku percaya dan taat pada Tuhan ketika mengalami situasi padang gurun, ketidakberdayaan hidup keluargaku

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Romo Aristanto MSF Imam anggota Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan tinggal di Skolastikat MSF di Banteng, Yogyakarta.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: