Lelah? Bersyukurlah!

Ayat bacaan: Keluaran 36:1
=======================
“Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN.”

lelah, bersyukur

Hari sudah larut malam, pekerjaan masih menumpuk. Sehari penuh bekerja membuat saya mulai merasa kehabisan bensin untuk melanjutkan tugas satu persatu hingga selesai, termasuk menulis renungan yang sudah menjadi komitmen saya untuk dilakukan setiap hari. Bekerja di beberapa bidang memang menuntut konsentrasi lebih. Saya dan istri saat ini sedang sibuk mengurus pindahan, di satu sisi mengemas barang-barang dan di sisi lain merenovasi rumah yang akan ditempati berikutnya. Itu sungguh menyita waktu dan tenaga, karena kami harus bolak balik membeli cat dan peralatan lainnya, mengurus ini dan itu yang berhubungan dengan kepindahan. Jika itu saja sudah capainya minta ampun, situs musik yang saya kelola ternyata jadwalnya pun sedang padat. Ada begitu banyak event yang harus ditulis, ada album yang harus diulas dan sebagainya. Maka seperti yang saya sebutkan di awal, rasanya saya seperti kehabisan bensin, lelah luar biasa. Ketika saya menuliskan renungan ini, stamina rasanya sudah sangat terkuras. Tapi bedanya dengan sejam sebelumnya, saat ini saya merasakan sukacita dan seperti mendapat tambahan tenaga untuk terus melanjutkan tugas dengan sebaik-baiknya hingga selesai. Apa yang membuat hal itu? Ayat bacaan hari ini menjadi jawabannya. Puji Tuhan, dalam keadaan timbunan tugas luar biasa ternyata Tuhan mengerti hal itu dan menguatkan saya lewat firmanNya!

Ayat ini bercerita mengenai pengangkatan Bezaleel dan Aholiab untuk membangun Kemah Suci yang dimulai dari ujung pasal sebelumnya. “Berkatalah Musa kepada orang Israel: “Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan. (Keluaran 35:30-31). Bezaleel dan Aholiab adalah dua orang yang kepadanya diberikan tugas untuk membangun Kemah Suci. Tuhan tidak sekedar menyuruh, tapi Dia membekali dengan Roh Allah yang memberi keahlian, pengertian dan pengetahuan agar mampu mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan itu. Tidak hanya itu, tapi Tuhan pun memberikan kepandaian untuk mengajar agar orang lain pun bisa mendapat ilmu dari apa yang mereka miliki. “Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.” (ay 34). Betapa banyak talenta yang telah Tuhan berikan kepada kedua orang ini. Secara detail dikatakan seperti berikut: “Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu.” (ay 35). Terdengar rumit dan bertumpuk-tumpuk bukan? Tapi Tuhan memberi pernyataan yang jelas tentang ini, yang saya anggap sebagai kesimpulan dari rangkaian ayat yang telah kita baca di atas. “Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN.” (Keluaran 36:1). Ini merupakan gambaran yang tegas dan jelas tentang apa yang harus kita lakukan dalam berusaha.

Mari kita penggal ayat di atas dalam 3 bagian agar terlihat lebih jelas. “Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli.” (1). Adalah sebuah anugerah luar biasa ketika kita bisa memiliki pekerjaan.  Satu pekerjaan saja sudah merupakan anugerah besar, apalagi jika lebih. Itu adalah berkat dari Tuhan yang harus kita syukuri, dan tidak boleh diisi dengan bersungut-sungut, mengeluh apalagi mengomel mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. “yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan” (2). Perhatikan, bukan hanya pekerjaan yang Dia berikan, tapi kita diperlengkapiNya pula dengan segudang talenta; keahlian dan pengertian; sehingga kita mampu menjalankan pekerjaan kita dengan baik dan berhasil. Artinya, ketika Tuhan memberikan kita berkat untuk bekerja dan berusaha, Tuhan telah melengkapi kita terlebih dahulu dengan bekal yang diperlukan untuk mengelola segala yang dipercayakan kepada kita agar bisa kita lakukan dengan baik. Kemudian kita lihat penggalan selanjutnya: “untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN.” (3). Bagian ini dengan jelas berbicara mengenai pentingnya kita memuliakan Tuhan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Mendirikan tempat yang kudus, tepat menurut yang diperintahkan Tuhan tidak hanya secara sempit berbicara mengenai membangun gereja, tapi juga termasuk kehidupan dan pekerjaan kita yang harus selalu memuliakan Tuhan dan dilakukan sesuai kehendakNya. Artinya, hidup kita pun harus bisa menjadi bait yang kudus, demikian pula pekerjaan kita dan segala aspek kehidupan yang kita jalani.

Dalam hubungannya dengan pekerjaan, Paulus menyatakan pesan yang sejalan dengan rangkaian firman Tuhan di atas. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Semua harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya, sepenuh hati, serius, sungguh-sungguh, seperti halnya jika kita melakukannya untuk Tuhan. Jika tidak demikian, itu artinya kita tidak menghargai Tuhan yang telah memberikan kita berkat melalui pekerjaan, juga berkat melalui talenta-talenta yang sangat berguna dalam melakukan pekerjaan itu. Hal ini pun berhubungan dengan “perumpamaan tentang talenta” yang diberikan Yesus dalam Matius 25:14-30). Jumlah talenta berbeda-beda, yang terkecil adalah satu. Satu tentu lebih sedikit dari dua, apalagi lima. Tapi bukankah satu pun merupakan pemberian yang harus kita syukuri dan kembangkan? Satu talenta itu senilai seribu uang emas. Satu uang emas saja sudah banyak, apalagi seribu. Jadi sesungguhnya satu talenta itu pun sudah merupakan kepercayaan besar yang diberikan Tuhan kepada kita. Berapapun yang diberi, kita harus bersyukur dan mempergunakannya untuk memuliakan Tuhan. Berapapun yang dipercayakan, kita harus mampu mengelolanya dengan baik untuk tujuan-tujuan yang mulia. Betapa senangnya Tuhan jika kita melakukan dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Betapa Tuhan menghargai orang-orang yang bersungguh hati dalam menjalankan pemberianNya. Jika kita melakukan seperti itu, maka jawaban “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” akan kita terima, tidak peduli berapapun talenta yang awalnya dipercayakan kepada kita.

Anda seperti saya merasa lelah? Bersyukurlah karena itu artinya kita sudah lebih baik dari orang yang hanya bermalas-malasan tanpa mau bekerja. Merasa kehabisan bensin? Bersyukurlah karena Tuhan menjanjikan kelegaan dan akan selalu memberikan kekuatan. Anda sedang mengalami pergumulan, permasalahan atau sakit-penyakit? Mengucap syukurlah, sebab ini saatnya anda belajar untuk mengandalkan Tuhan lebih dari apapun dan menyaksikan sendiri kuasa Tuhan terjadi dalam hidup anda. Ketika anda pergi tidur, anda akan bangun dengan berkat yang baru setiap pagi yang berasal dari Tuhan. (Ratapan 3:22-23). Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, itu artinya kepercayaan yang Tuhan berikan pun besar. Maka lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya, sebab Tuhan telah membekali dengan talenta yang tidak sedikit pula, dan pakailah itu untuk memuliakan Tuhan. Jika kita melihat perjalanan para tokoh alkitab, kita akan melihat pula bahwa mereka semua adalah pekerja keras dan tidak satupun yang bermalas-malasan. Semua pasti lelah, tapi mereka tetap punya semangat karena mereka tahu bahwa semua itu merupakan berkat yang berasal dari Tuhan, dan Tuhan menjanjikan keberhasilan yang gemilang dalam setiap pekerjaan baik yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam namaNya. Tuhan menjanjikan kita sebagai “kepala dan bukan ekor, tetap naik dan tidak akan turun” (Ulangan 28:13) jika kita setia melakukan segala yang Dia berikan kepada kita. Selanjutnya lihatlah firman Tuhan ini: “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Amsal 22:29). Seperti itulah ganjaran terhadap orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya, yang melakukan pekerjaannya dengan serius dan sungguh-sungguh. Jika Tuhan menyertai, apapun yang kita kerjakan akan dibuatNya berhasil. (Kejadian 39:2,3,23). Bersyukurlah atas pekerjaan yang bertumpuk, yang berat, karena semua itu merupakan berkat yang tak ternilai besarnya dari Tuhan, dan dibalik itu semua keberhasilan pun telah Dia sediakan bagi kita. Jika anda merasa lelah hari ini, bersyukurlah.

Dibalik kelelahan bekerja tersimpan banyak berkat Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

1 Comment

Leave a Reply