Lebih dari sekedar mencari nafkah

Ayat bacaan: Efesus 4:28
===================

“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”

Untuk apa kita bekerja? tentu semuanya setuju bahwa kita bekerja untuk mencari nafkah, agar kita mampu menghidupi diri dan keluarga kita, agar kita mampu hidup layak dan berkecukupan. Itu esensi dasar mengapa kita bekerja, walaupun ada banyak orang yang punya paradigma berbeda, yaitu untuk menumpuk kekayaan, kejayaan dan lain2. Renungan hari ini dimulai dengan kalimat:”Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi.” Rasanya bagian kalimat ini tidak perlu kita bahas panjang lebar, karena sejak awal pun Tuhan telah melarang kita untuk mencuri dari siapapun, tidak peduli dari saudara seiman ataupun saudara2 kita yang berbeda kepercayaan. Kalau ada yang mengaku anak Tuhan, percaya Yesus tapi masih mencuri, mulai dari mencuri hal2 kecil seperti kue atau yang punya istilah “keren” seperti korupsi, itu jelas kebangetan. Mari fokus pada bagian kalimat terakhir dari ayat ini, “supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”

Dari bagian terakhir ayat ini, jelas Tuhan menekankan satu lagi alasan kuat bagi kita untuk bekerja, diluar untuk mencari nafkah. Bekerja juga merupakan sarana untuk melakukan pelayanan. Kita seringkali menggerutu ketika ada orang2 yang berkekurangan memohon bantuan dari kita, dan merasa semua hasil yang diperoleh dari buah jerih payah kita itu adalah hak kita pribadi. Padahal, ketika kita memutuskan untuk menanggapi panggilan Allah untuk bertobat dan percaya pada Kristus, pola pikir kita terhadap pekerjaan dan penghasilan pun seharusnya mengalami transformasi. Kita harus melakukan pekerjaan secara jujur dan siap untuk membagi milik kita kepada orang lain yang membutuhkan. Mungkin berat pada awalnya, tapi percayalah, tidak ada yang sia2 jika kita melakukannya untuk Tuhan dengan penuh sukacita.

Kita tidak perlu menunggu untuk menjadi kaya raya untuk bisa membantu sesama kita. Ukuran kekayaan itu sangat relatif, orang yang secara umum dianggap kaya sekalipun sering masih merasa kurang kaya. Dan ukuran kekayaan itu bukanlah segala2nya di dunia ini. Ketika kita memiliki pekerjaan, itu artinya kita wajib membantu saudara2 kita yang kekurangan, yang bagi dunia direndahkan, disisihkan. Menjadi anak Tuhan yang taat bukanlah semata2 rajin membaca alkitab dan berdoa, tapi juga melakukannya dalam perbuatan2 nyata. Kita bisa menjadi saluran berkat di dunia. Lewat anda dan saya, orang2 seharusnya bisa kenal pribadi Kristus. Siapkah anda menjadi wakil Tuhan untuk menjadi lentera dalam kegelapan hidup mereka?

Bekerja bukan hanya sekadar mencari nafkah, tapi juga merupakan misi pelayanan sebagai tanda kasih dan kepatuhan kita kepada Allah.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply