Lebah Dalam Secangkir Kopi (2)

 (sambungan)

Seringkali masalah justru bertambah rumit ketika kita menanggapinya dengan keliru. Apakah itu lewat emosi, lewat pengambilan keputusan-keputusan yang salah, tergesa-gesa, tidak sabar, hanya mengeluh atau malah langsung menyerah dan sebagainya, semua itu akan membuat kita lupa untuk mengarahkan mata ke atas mencari Tuhan, dan dengan sendirinya luput dari segala kuasa Tuhan yang ajaib yang mampu melepaskan kita dari situasi separah apapun. Itulah yang dialami lebah dalam ilustrasi awal renungan ini seperti yang anda baca kemarin. Sebenarnya tidak sulit bagi lebah untuk kembali terbang dari cangkir kopi dimana ia terjatuh, tetapi kepanikan membuat lebah tampaknya tidak bisa berpikir jernih dan hanya mencari jalan keluar ke sekeliling gelas lalu lupa bahwa solusi justru ada diatasnya. Penyelesaian sebuah masalah akan sangat tergantung dari bagaimana kita menyikapinya, keputusan-keputusan yang kita ambil, yang tentunya hanya akan baik jika kita mengarahkan pandangan kita ke arah yang benar. Semakin banyak kesalahan yang kita lakukan untuk menyelesaikannya, maka itu hanya akan memperburuk keadaan.

Jika hari ini anda hampir tenggelam dalam lautan problema kehidupan dan merasa terus berputar-putar tanpa hasil yang jelas dengan mengandalkan kekuatan anda sendiri atau hal-hal duniawi lainnya, itulah saatnya anda untuk mulai melihat ke atas. Pandanglah Tuhan dan serahkan segala beban anda kepadaNya. Percayalah dengan kesungguhan penuh bahwa Tuhan jauh lebih dari sekedar sanggup untuk membantu anda keluar dari masalah. Pegang teguh janji Tuhan, dan jangan percayalah bahwa Tuhan selalu ada beserta anak-anakNya, bahkan dalam kegelapan yang tergelap sekalipun.

Selain Yusuf dan Yosafat, Daud juga merupakan orang yang mengalami banyak pergumulan hidup. Tapi lihatlah bagaimana keteguhan hatinya untuk percaya kepada penyertaan Tuhan. “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4). Ketimbang fokus kepada masalah, yang seringkali tidak membawa keuntungan apapun bagi kita sebaliknya malah akan semakin memberatkan langkah kita lebih dan lebih lagi, mengapa tidak melakukan perubahan fokus pandangan dengan mengarahkannya ke atas dan mengandalkan Tuhan, yang jauh lebih berkuasa dari apapun juga? Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seekor lebah yang akhirnya menemui ajal karena kekeliruannya sendiri. Lewat penyertaannya, kita dijanjikan seperti ini: tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31). Firman Tuhan juga berkata: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7). Bagi orang yang mengandalkan Tuhan, “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (ay 8). Firman yang tepat sama pun hadir lewat Daud. “Berbahagialah orang yang…kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3).

Ketika anda menghadapi situasi sulit dan mengalami penderitaan akibat berbagai masalah yang tengah melanda hidup anda, ingatlah bahwa di atas sana ada Tuhan yang peduli dan mengasihi kita dengan sepenuhnya. Tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk diatasi olehNya. Dan selama kita hidup mengandalkan Tuhan, selama kita berjalan bersamaNya, kita tidak perlu khawatir. Kita bisa belajar dari ketidaksadaran yang dilakukan lebah agar kita tidak harus berakhir dengan tragis lewat cara yang sama. Solusi selalu ada dalam Tuhan, yang akan selalu menyertai kita dengan kasihNya yang luar biasa meski kita sedang berada dalam lembah yang terkelam sekalipun.

Ketika sekeliling anda gelap, arahkanlah pandangan pada Terang di atas anda

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: