Laron Mencari Cahaya

laron 1“Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yes 60, 3) WAKTU sudah surup dan suasana semakin gelap. Lampu-lampu rumah dan lampu jalan sudah dinyalakan. Saya masih ngobrol dengan saudara-saudari kandung dan sepupu sembari menikmati liburan. Topik obrolan cem macem dan ngalor ngidul. Sementara ngobrol, laron-laron mulai berdatangan, semakin lama semakin […]

laron 1

“Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” (Yes 60, 3)

WAKTU sudah surup dan suasana semakin gelap. Lampu-lampu rumah dan lampu jalan sudah dinyalakan. Saya masih ngobrol dengan saudara-saudari kandung dan sepupu sembari menikmati liburan. Topik obrolan cem macem dan ngalor ngidul.

Sementara ngobrol, laron-laron mulai berdatangan, semakin lama semakin banyak. Laron-laron itu mencari terang dan mengerubungi lampu yang ada di serambi, di jalan dan di dalam rumah. Sebelum terlalu banyak yang masuk, ponakan mematikan lampu di dalam rumah. Laron-laron itu pun mencari terang di serambi.

Saya tidak tahu, kenapa laron itu muncul pada awal musim hujan dan selalu mencari terang. Seolah mereka sudah jenuh berada dalam kegelapan dan kelembaban liangnya.

Konon kabarnya, hidup laron tidak lebih dari satu hari. Mereka mencari terang untuk menemukan pasangan hidupnya.

Bagaimana pun juga, perilaku laron tersebut juga mengingatkan para murid agar mereka selalu mencari dan menemukan Sang Terang Sejati. Yesaya menegaskan bahwa terang telah datang dan kemuliaan Tuhan telah bersinar, sehingga banyak bangsa dan raja-raja berduyun-duyun (seperti rombongan laron) datang kepada terang yang telah terbit itu.

Terang yang dinubuatkan oleh Yesaya itu akhirnya terpenuhi di dalam diri Yesus, Raja orang Yahudi yang baru saja dilahirkan. Terang atau bintangnya-Nya telah bersinar di daerah timur dan beberapa orang majus pergi mencari-Nya. Mereka jauh-jauh datang untuk menyembah-Nya dan memberikan persembahan.

Sementara banyak orang telah melihat Sang Terang dan mencari-Nya, Herodes beserta seluruh isi Yerusalem malah terkejut. Mereka tidak melihat Terang itu. Bahkan dengan teliti, Herodes menyelidiki kapan bintang itu nampak. Herodes menyelidiki bukan dengan maksud untuk datang dan menyembah, tetapi untuk membinasakan Sang Terang itu.

Sang Terang memang banyak yang menyukai dan datang pada-Nya; tetapi banyak pula yang menolak dan mau menyingkirkan-Nya. Diriku termasuk yang mana?

Teman-teman selamat petang dan sukses menikmati liburan hari Minggu. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply