Laron dan Terang

Ayat bacaan: Yesaya 60:3
======================
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”

laron, menjadi terang

Sungguh unik menyaksikan laron yang mengerubungi lampu teras rumah saya dan tetangga malam ini. Saya mengamati betapa mereka bergerombol di lampu-lampu yang menyala, saling berebutan untuk lebih dekat. Mereka tidak peduli walaupun jika mereka bertabrakan, sayapnya bisa patah dan laron itu pun akan jatuh. Meski demikian mereka tidak peduli dan terus berebutan mendekati cahaya. Jika jendela anda terbuka dan di dalam rumah lampu menyala? Siap-siaplah untuk sedikit repot membersihkan laron yang memenuhi rumah anda, terbang kesana kemari di sekitaran lampu. Cara paling mudah untuk mengusirnya adalah dengan mematikan lampu. Begitu ruangan menjadi gelap, laron-laron itu akan segera pergi menuju sumber cahaya yang terdekat. Jika anda melewati jalan tol tengah malam hingga subuh, anda juga sering mendapati begitu banyak laron mengerubungi lampu mobil anda. Tidak hanya laron, tapi ada beberapa jenis serangga lainnya yang selalu tertarik kepada cahaya. Saya tidak tahu mengapa laron tertarik kepada cahaya. Tapi yang saya tahu, ketertarikan mereka sungguh amat besar.

Terang akan selalu mampu mengatasi gelap. Seperti laron, manusia pun selalu butuh terang dalam hidupnya. Tidakkah anda bersyukur Thomas Alva Edison berhasil menemukan lampu pijar menggunakan listrik? Akan sangat sulit untuk bekerja di dalam gelap. Banyak pula orang yang takut berlama-lama dalam kegelapan. Tidak itu saja, nyatanya berada lama dalam kegelapan pun bisa menjatuhkan mental kita, membuat depresi dan hal-hal negatif lainnya. Lihat sebuah kota di Norwegia yang pada waktu-waktu tertentu harus melalui hari-hari tanpa sinar matahari, siang pun sama gelapnya seperti malam. Di sana tingkat depresi dan bunuh diri ternyata sangat tinggi. Padahal tingkat kesejahteraan masyarakatnya secara umum termasuk tinggi, tapi terus menerus berada dalam kegelapan terbukti bisa meruntuhkan kebahagiaan dan membuat orang-orang disana mengalami depresi. Dalam hal apapun kita tampaknya tidak berbeda dengan laron, selalu membutuhkan terang.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita selalu diharapkan untuk bisa menjadi terang. Tuhan Yesus berkata “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. (Matius 5:14-16). Ini panggilan bagi kita semua yang mendapat terang Kristus untuk mampu menjadi sumber terang di dunia ini. Artinya, lewat tindakan dan perbuatan, tingkah laku dan gaya hidup kita, seharusnya kita mampu menjadi terang yang bisa menarik perhatian orang lain dalam hal-hal yang positif. Terang berbicara mengenai menjadi contoh yang baik, memancarkan cahaya yang mampu membuat orang lain bisa melihat kemuliaan Tuhan. Seharusnya kita bisa menjadi contoh dengan hidup berbeda dengan kebiasaan dunia yang tidak baik. Tapi yang seringkali kita lakukan malah sebaliknya. Ada banyak orang kristen hari ini yang hidup eksklusif, egois, hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Ada pula yang tidak memberikan contoh baik sama sekali. Mengaku kristen, tapi hidup penuh ketakutan, kekhawatiran, selalu terlihat cemas, atau hidup tidak jujur, tipu sana tipu sini dan sebagainya. Ada pula yang bersikap tidak bersahabat dan kasar terhadap bawahan. Atau keluarganya juga penuh pertengkaran dan keributan. Perilaku-perilaku seperti ini tetap menjadi pusat perhatian orang, tapi sayangnya bukan dari segi positif, tapi sebaliknya malah negatif. Bukan menjadi terang, tapi malah menjadi batu sandungan. Bukannya mengenal Kristus, tapi malah menjadi anti-pati. Bukannya memberikan teladan, tapi malah menjadi tertawaan. Meski dunia terlihat semakin gemerlap, tapi sebenarnya di balik itu semua dunia hari ini semakin jauh masuk ke dalam kegelapan. Di saat seperti inilah seharusnya kita bisa berperan menjadi terang di dunia, di sekitar kita, sehingga orang akan bisa menyaksikan bagaimana terang Kristus yang berada di dalam kita sungguh memberikan perbedaan nyata. Dan itu semua akan terlihat jelas dari bagaimana kita hidup bermasyarakat.

Panggilan untuk menjadi terang juga bisa kita peroleh dalam kitab Yesaya. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.” (Yesaya 60:1). Meski kota-kota metropolitan semakin terang bendarang, tapi itu hanyalah sesuatu yang tampak di permukaan saja. “Sebab sesungguhnya kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (ay 2). Apa yang terjadi kepada kita jika kita menjadi terang? Firman Tuhan mencatat hal-hal luar biasa di balik itu. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong….Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.” (ay 3,4,7). Bukan saja jiwa-jiwa akan datang untuk mengenal Tuhan lewat kita, tapi Tuhan pun melimpahi berkat-berkat lainnya. “Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.” (ay 6). Dan ada banyak lagi yang akan dilimpahkan Tuhan kepada anak-anakNya yang mau bangkit dan menjadi terang. Bacalah selengkapnya Yesaya 60:1-22, maka anda akan melihat gambaran keseluruhan yang sungguh sangat jelas.

Menjadi terang merupakan kewajiban kita yang percaya kepadaNya. Meski demikian, Tuhan masih pula melimpahkan begitu banyak berkat jika kita mau menjadi pelaku-pelaku firman yang benar. Seperti laron tadi, demikian pula orang-orang bisa berhimpun datang menuju Kristus jika kita semua mampu menjadi terang seperti yang diharapkan Tuhan. Oleh karenanya kita harus senantiasa menjaga diri kita, segala yang kita perbuat, gaya dan cara hidup kita agar dapat selalu memancarkan terang. Jangan sampai terang kita meredup dan kalah dikuasai kegelapan. “Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.” (Lukas 11:35). Hiduplah senantiasa dengan menjaga kekudusan dan ketaatan, berikan keteladanan yang baik, hingga kehidupan kita bisa menjadi kesaksian nyata dimana orang akan bisa melihat bagaimana luar biasanya hidup berjalan bersama Kristus. Bangkitlah, dan menjadi teranglah, agar semua orang bisa melihat kemuliaan Tuhan bersinar terbit bercahaya atasmu.

Jadilah terang yang penuh daya tarik dan mampu menyatakan betapa luar biasanya hidup bersama Kristus

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply