Laporan Kegiatan

19 Juli - RmT

“Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.” (Mrk 6, 30)

AKHIR-AKHIR ini saya bersama staf diminta oleh para funding untuk mengirimkan laporan program kegiatan. Beberapa funding telah memberikan dana untuk program kesehatan masyarakat, penanganan bencana alam, maupun pemberdayaan kelompok masyarakat. Batas waktu pelaksanaan program telah selesai. Bahkan ada program kegiatan yang sudah terlaksana tahun yang lalu. Para funding menagih laporan kegiatannya dan penggunaan dananya.

Penyusunan laporan kegiatan sesungguhnya merupakan hal dalam sebuah lembaga, institusi, yayasan, organisasi atau suatu kepanitiaan. Laporan biasanya berisi narasi kegiatan yang dilakukan, hambatan dan kesulitan yang dihadapi, sumber daya manusia yang terlibat, dampak dari kegiatan yang dilaksanaan, biaya yang dikeluarkan beserta bukti-buktinya, foto serta hal yang lain. Beberapa funding biasanya mempunyai format laporan kegiatan tersendiri, yang berbeda dengan pihak lain. Sebuah kepengurusan organisasi seringkali mengagendakan kegiatan ini secara rutin satu kali atau dua kali dalam satu tahun, dalam pertemuan pleno. Setiap bidang atau tim kerja harus menyampaikan laporan kegiatan mereka, membuat evaluasi dan rekomendasi.

Membuat laporan kegiatan rupanya tidak hanya banyak terjadi pada jaman ini. Para rasul pun dahulu pernah melakukan hal ini, setelah mereka diutus oleh Sang Guru ke berbagai tempat. Mereka dibekali dengan kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang sakit. Setelah melaksanakan tugas perutusan, mereka berkumpul kembali. Mereka pun melaporkan apa yang telah mereka lakukan dan ajarkan. Mereka membuat hal itu tidak di rumah retret atau hotel, tetapi di tempat yang sunyi, yakni di atas perahu.

Yesus pernah sendirian di tempat sunyi atau padang gurun untuk membedakan pengaruh roh jahat dan kesetiaan terhadap Allah. Di tempat sunyi itu para murid juga diajak untuk melihat pengalaman keberhasilan atau sukses dalam pelayanan, karena kuasa yang mereka miliki. Mereka diajak untuk tidak larut dalam kesibukan pelayanan, yang bisa membuat mereka terkenal dan sombong, sehingga lupa pada inti pelayanan yang ditugaskan. ‘Kuasa’ yang dimiliki oleh seseorang bisa menjadi kekuatan jahat, yang merusak dan menjatuhkan seseorang. Evaluasi dan refleksi atas berbagai pelayanan dan kegiatan harus selalu dilakukan, agar para ‘utusan’ tetap ingat akan tugas pokoknya dan sadar akan ‘kuasa’ yang diberikan kepada mereka.

Teman-teman selamat malam. Dan selamat berakhir pekan. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: