Lampu Tuhan

Ayat bacaan: Amsal 20:27
=====================
“Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.”

lampu Tuhan, pelita

Salah satu penemuan terbesar bagi saya adalah bola lampu dan listrik. Bayangkan bagaimana hidup tanpa kedua unsur ini, terutama bagi orang seperti saya yang menghabiskan sebagian besar waktu dengan perangkat-perangkat elektronik dalam pekerjaan saya sehari-hari. Betapa terbantunya kita untuk bekerja di malam hari dengan adanya lampu. Tanpa adanya penerangan seperti ini tentu akan sangat sulit bagi kita untuk melakukan pekerjaan di saat tidak ada cahaya matahari lagi untuk membantu kita melihat dalam terang. Karena itulah saya sangat bersyukur kepada kegigihan seorang penemu bernama Thomas Alva Edison. Baik sadar atau tidak, kita harus mengakui betapa tergantungnya kita pada lampu dalam kehidupan sehari-hari.

Tuhan sendiri sangat menganggap penting arti sebuah terang, yang akan memisahkan kita dari kegelapan. Jika kita melihat kepada proses penciptaan mula-mula dalam kitab Kejadian, kita akan melihat bahwa Tuhan segera menciptakan terang sesaat setelah Dia menciptakan langit dan bumi. “Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.” (Kejadian 1:3). Bagaimana Allah menilai terang? Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.” (ay 4). Terang itu penting, namun biar bagaimanapun dalam hidup ini kita akan tetap bertemu dengan yang namanya gelap. Baik gelap secara fisik dalam artian tidak ada cahaya di sekitar kita dalam kehidupan nyata, atau ketika kita berada dalam kegelapan secara spiritual. Ada kalanya kita diselubungi oleh kegelapan sehingga sulit bagi kita untuk mampu melihat apakah perbuatan atau keputusan kita sudah benar atau tidak. Sama halnya ketika kegelapan membuat kita tidak bisa melihat benda-benda atau lingkungan di sekitar kita, demikian pula ketika kegelapan menyelubungi hati kita, kita pun tidak akan bisa melihat apa yang bisa menjadi konsekuensi dari keputusan atau tindakan yang kita ambil.

Tuhan menganggap penting adanya terang, baik di dunia maupun dalam hati kita. Firman Tuhan berkata: “Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.” (Amsal 20:27). Pelita Tuhan. Atau bisa pula kita katakan lampu Tuhan. Jika kita analogikan dengan sumber terang yang kita peroleh dalam kehidupan sehari-hari secara modern maka kita bisa pula mengatakannya seperti ini: Roh manusia adalah bola lampu Tuhan. Apa yang dimaksudkan dengan bola lampu Tuhan? Ayat ini berbicara mengenai bagaimana Tuhan bisa berfungsi sebagai sumber terang bagi kita, yang bisa menerangi dan membimbing kita secara roh, melalui roh kita. Dari sinilah kita akan bisa mendapat sorotan dengan jelas mengenai segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam lubuk hati atau batin kita. Ada banyak orang termasuk anak-anak Tuhan sekalipun yang akan lebih tertarik untuk mencari petunjuk dengan jalan atau cara duniawi, meski Tuhan sudah menyatakan bahwa jalan terbaik yang kita tempuh seharusnya mengacu kepada petunjuk dan rencana yang telah Dia gariskan kepada setiap kita. Seharusnya kita mengikuti langkah demi langkah sesuai tuntunan Tuhan, namun Tuhan tidak memberikan itu lewat tubuh kita. Tuhan memilih untuk memberikan bimbingan kepada kita melalui hati kita, mental dan pikiran kita, secara roh. Dari Roh Allah kepada roh kita.

Oleh karena itu membiarkan roh kita dipimpin oleh Roh Allah merupakan esensi yang sangat penting untuk diperhatikan. Firman Tuhan berbicara jelas mengenai hal ini: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” (Roma 8:14). Untuk mengalami pimpinan Roh Allah ini, Yesus mengatakan bahwa kita harus dilahirkan kembali dari Roh. “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” (Yohanes 3:6). Dan Yesus pun melanjutkan “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.” (ay 7). Hanya dengan dilahirkan kembalilah kita akan mendapatkan kehidupan yang dipimpin oleh Roh, yang akan memungkinkan kita untuk bisa melihat Kerajaan Allah. (ay 3). Ketika kita mengalami kelahiran kembali maka kita bisa dipenuhi oleh Roh Kudus yang dianugerahkan Tuhan secara langsung untuk tinggal diam (dwell) dalam diri kita. Dilahirkan, dipenuhi dan dipimpin oleh Roh. Ini penting untuk kita miliki agar roh kita bisa diterangi oleh cahaya terang Allah.

Sebagaimana sulitnya kita hidup sehari-hari tanpa adanya terang, demikian pula akan sulit bagi kita untuk hidup tanpa adanya pelita dalam hati kita. Akan ada banyak hal yang mampu membuat kita terjerumus ke dalam gelap, menjauhkan kita dari Tuhan dengan segala berkat dan janjiNya. Kegelapan akan membuat kita tidak mampu untuk menilai sesuatu secara baik. Tuhan tahu itu, dan Dia siap untuk menjadi Penerang bagi kita, dan itu Dia lakukan secara roh, melalui roh kita. Sekarang semuanya tergantung kita, apakah kita memilih untuk terus berjalan dalam gelap atau kita mau menerangi roh kita dengan lampu Tuhan. Sudahkah anda menyalakan lampu roh anda hari ini?

Melalui roh kita diterangi cahaya Tuhan yang mampu membimbing kita agar terpisah dari kegelapan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply