Kunjungan Paus Fransiskus ke Filipina: Yesus Tidak Pernah Mengecewakan Kita

Paus Fransiskus memberkati umat setelah misa di Katedral Palo Leyte, Filipina (117/1)SALAH satu lokasi kunjungan Paus Fransiskus adalah Kepulauan Leyte dimana tahun lalu dihantam Taufan Haiyan atau yang dikenal juga dengan nama Taufan Yolanda (17/1). Disana Paus mengadakan misa yang dihadiri ratusan ribu umat katolik Filipina dalam cuaca hujan lebat dan angin kencang. Kemudian Paus makan siang bersama 30 orang yang selamat dari bencana alam yang menewaskan 6.000 orang dan membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Paus juga sempat berjumpa dan memberkati seorang nelayan dan keluarga. Paus terlihat mengenakan jas hujan tipis warna kuning, seperti yang dikenakan para umat yang hadir. Banyak yang mengusap air mata ketika Paus mengungkapkan belarasanya kepada para korban yang selamat. “Saya disini bersama kalian. Sedikit telat, harus kuakui. Tetapi saya sekarang disini. Saya datang untuk memberitahukan kalian bahwa Yesus adalah Tuhan kita dan bahwa Yesus tidak pernah mengecewakan kita.” Sayangnya cuaca buruk yang diperkirakan akan terjadi taufan kecil membuat Paus terpaksa pergi lebih awal 45 menit dari rencananya di Leyte. “Saya minta maaf kepada anda sekalian karena terpaksa mempersingkat kunjungan saya,” kata Paus di Katedral Palo. Kemudian Paus memimpin umat berdoa Bapa Kami dan Salam Maria sebelum menuju ke Manila. Akibat perubahan mendadak rencana perjalanannya, acara pemberkatan Pope Francis Center for the Poor terpaksa dilakukan hanya dari mobil kepausan yang melaju melewati tempat tersebut. Acara pertemuan dengan para religius, seminaris, dan korban yang selamat dari taufan Haiyan jadi tidak terlaksana. Dalam kunjungan ke Katedral Palo, Paus memberikan cendera mata berupa sebuah mosaik Maria Bunda segala Bangsa. Sebaliknya Paus dihadiahi sebuah patung Maria Immakulata yang dibuat dari puing-puing bagian Katedral Palo yang terkena taufan tahun lalu. Paus juga sempat mengajak para hadirin menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk seorang kardinal. Banyak umat yang hadir dari pulau-pulau lain. Mereka menempuh beberapa jam perjalanan dalam hujan untuk bertemu dengan Paus. Seperti Karen Papellero yang datang dari Pulau Cebu dengan naik perahu selama dua jam dalam hujan lebat. “Kami menerjang hujan dan badai tidak hanya untuk bertemu Paus, tetapi juga bersatu dalam Gereja sebagai ungkapan iman kami.” Sumber: CNA kredit foto: rappler.com

Paus Fransiskus memberkati umat setelah misa di Katedral Palo Leyte, Filipina (117/1)

SALAH satu lokasi kunjungan Paus Fransiskus adalah Kepulauan Leyte dimana tahun lalu dihantam Taufan Haiyan atau yang dikenal juga dengan nama Taufan Yolanda (17/1). Disana Paus mengadakan misa yang dihadiri ratusan ribu umat katolik Filipina dalam cuaca hujan lebat dan angin kencang. Kemudian Paus makan siang bersama 30 orang yang selamat dari bencana alam yang menewaskan 6.000 orang dan membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Paus juga sempat berjumpa dan memberkati seorang nelayan dan keluarga.

Paus terlihat mengenakan jas hujan tipis warna kuning, seperti yang dikenakan para umat yang hadir. Banyak yang mengusap air mata ketika Paus mengungkapkan belarasanya kepada para korban yang selamat. “Saya disini bersama kalian. Sedikit telat, harus kuakui. Tetapi saya sekarang disini. Saya datang untuk memberitahukan kalian bahwa Yesus adalah Tuhan kita dan bahwa Yesus tidak pernah mengecewakan kita.”

Ratusan ribu umat hadir dengan mengenakan jas hujan dalam misa bersama Paus Fransiskus di Leyte (17/1)
Ratusan ribu umat hadir dengan mengenakan jas hujan dalam misa bersama Paus Fransiskus di Leyte (17/1)

Sayangnya cuaca buruk yang diperkirakan akan terjadi taufan kecil membuat Paus terpaksa pergi lebih awal 45 menit dari rencananya di Leyte.

“Saya minta maaf kepada anda sekalian karena terpaksa mempersingkat kunjungan saya,” kata Paus di Katedral Palo. Kemudian Paus memimpin umat berdoa Bapa Kami dan Salam Maria sebelum menuju ke Manila.

Akibat perubahan mendadak rencana perjalanannya, acara pemberkatan Pope Francis Center for the Poor terpaksa dilakukan hanya dari mobil kepausan yang melaju melewati tempat tersebut. Acara pertemuan dengan para religius, seminaris, dan korban yang selamat dari taufan Haiyan jadi tidak terlaksana.

Dalam kunjungan ke Katedral Palo, Paus memberikan cendera mata berupa sebuah mosaik Maria Bunda segala Bangsa. Sebaliknya Paus dihadiahi sebuah patung Maria Immakulata yang dibuat dari puing-puing bagian Katedral Palo yang terkena taufan tahun lalu. Paus juga sempat mengajak para hadirin menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk seorang kardinal.

Banyak umat yang hadir dari pulau-pulau lain. Mereka menempuh beberapa jam perjalanan dalam hujan untuk bertemu dengan Paus. Seperti Karen Papellero yang datang dari Pulau Cebu dengan naik perahu selama dua jam dalam hujan lebat. “Kami menerjang hujan dan badai tidak hanya untuk bertemu Paus, tetapi juga bersatu dalam Gereja sebagai ungkapan iman kami.”

Sumber: CNA

kredit foto: rappler.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply