Kunang-Kunang

Ayat bacaan: Yohanes 1:4-5
=======================
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

kunang-kunang, terang dunia

Tinggal di kota modern saat ini kita tidak lagi menemukan kunang-kunang. Hewan ini menjadi langka untuk ditemukan ketika rawa, persawahan dan hutan semakin banyak dijadikan perumahan. Padahal jaman dulu di saat hiburan tidak sebanyak sekarang, kunang-kunang cukup menarik untuk dilihat. Bayangkan kerlap kerlip cahaya di tengah-tengah kegelapan di luar rumah. Ayah saya pernah bercerita bahwa di masa kecilnya ketika belum ada listrik di rumah, ia kerap menangkap kunang-kunang dalam toples sebagai alat penerangan. Dengan ditemani cahaya kunang-kunang ia belajar di malam hari. Kunang-kunang memang jenis serangga yang menarik karena bisa mengeluarkan cahaya yang kuat. Di masa kecil saya masih sempat menyaksikan bagaimana terang dan lembutnya cahaya yang dikeluarkan kunang-kunang ini. Kemanapun dia bergerak, terangnya yang lembut itu tetap terlihat bahkan di tempat yang tergelap sekalipun.

Dari kunang-kunang yang bercahaya di kegelapan malam kita bisa membuktikan bahwa tidak ada apapun yang bisa dilakukan oleh gelap untuk mengalahkan terang. Kegelapan hanya bisa menyerah ketika secercah cahaya menggantikannya. Singkatnya, kegelapan hanya bisa berkuasa jika tidak ada terang. Dalam hidup ada saat-saat dimana kita merasakan bahwa keadaan di sekitar kita menjadi gelap. Terkadang begitu gelapnya sehingga kita merasa kita tidak lagi mampu melihat jawaban apapun untuk bisa keluar dari kegelapan itu. Dalam situasi gelap berkepanjangan lama kelamaan kita mulai menyerah kalah sehingga kegelapan akan semakin menguasai kita. Di saat seperti itulah kita harus ingat bahwa sesungguhnya kita bisa menundukkan gelap dengan terang! Ingatlah bahwa kita semua memiliki Terang dunia di dalam diri kita! Ketika kita menyadari hal ini, tidak ada satupun kekuatan kegelapan yang mampu memadamkannya.

Jika anda membaca kitab Kejadian sejak halaman pertama, anda akan mendapatkan bahwa Tuhan terlebih dahulu menciptakan terang sebelum menciptakan tumbuhan, hewan di darat, burung-burung di udara, ikan-ikan di laut dan manusia. Pernahkah anda berpikir mengapa Allah memutuskan demikian? “Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.” (Kejadian 1:3). Terang diciptakan Allah terlebih dahulu sebelum Dia menciptakan mahluk hidup. Demikian pentingnya terang itu bagi kehidupan kita sehingga hal tersebut terlebih dahulu disediakan Tuhan sebelum membentuk kita dari debu tanah sesuai rupa dan gambarNya dan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam kita. Kegelapan sungguh mempunyai implikasi yang luas. Bukan cuma menyangkut kegelapan secara rohani atau kegelapan keadaan kita tertimpa masalah dan beban, tapi kegelapan ini juga bisa memberikan dampak negatif dalam kehidupan nyata. Coba kurung diri anda dalam kegelapan selama beberapa hari, lalu perhatikan apa yang terjadi dengan perasaan dan mental anda. Faktanya kurungan dalam kegelapan total seringkali dipakai untuk meruntuhkan mental tawanan. Karena itulah penciptaan terang di awal penciptaan dunia seperti yang dituliskan di awal kitab Kejadian bagi saya merupakan bentuk kasihNya yang tak terhingga bagi kita. Tuhan sejak awal telah menganugerahkan terang kepada kita.

Segala tentang Allah adalah terang. Kedatangan Kritus adalah sebagai Terang yang akan memberikan cahaya pengharapan dan keselamatan kepada manusia yang hidup dalam kegelapan. “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yohanes 8:12). Dan kita yang hidup saat ini juga dituntut untuk bisa berperan sebagai terang mewakili Kristus yang tidak lagi hadir dalam fisik manusia di bumi ini.Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi….Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:14,16).

Paralel dengan itu, mari kita baca awal kitab Yohanes dalam perikop pertama yang berbicara mengenai Firman yang telah menjadi manusia. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yohanes 1:1-3). Lalu perhatikan bagian penting ini: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (ay 4-5). Dari rangkaian ayat ini kita bisa melihat bahwa kita sesungguhnya telah memiliki Terang yang tidak akan pernah mampu dikalahkan oleh kegelapan. Ada kehidupan di dalam Kristus, Dia-lah menjadi sumber hidup sesungguhnya yang mampu memberi terang kepada manusia, sebuah terang yang tidak akan pernah dapat dipadamkan kegelapan.

Kegelapan hanya akan berkuasa jika tidak ada terang. Karena itu penting bagi kita untuk tetap hidup dalam Kristus, dalam Terang dunia, sehingga tidak ada apapun yang bisa dilakukan kegelapan untuk mengalahkan kita. Dalam keadaan terlemah sekalipun, dalam keadaan dimana anda merasa bahwa hanya ada setitik kecil cahaya yang tinggal dalam diri anda, cahaya itu akan tetap lebih kuat daripada kegelapan yang tergelap sekalipun. Kita harus ingat bahwa terang sesungguhnya telah ada pada kita. Firman Tuhan berkata demikian: “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,” (Efesus 5:8). Tuhan pun mengingatkan agar kita jangan lagi hidup dalam kegelapan ini, tapi hiduplah dalam terang. “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7). Bila keadaan di sekitar anda saat ini terus meredup, seakan-akan terus menyerap dan memperangkap anda sehingga rasa putus asa mulai muncul, ingatlah tentang kunang-kunang yang tidak akan pernah bisa ditelan kekelaman malam. Imani dengan baik fakta bahwa Yesus, Sang Terang dunia, sudah berada dalam diri anda. Always keep that as a faith! Selalu ada terang dalam diri kita selama kita percaya kepada Kristus, Sang Terang Dunia. Jika itu tetap kita sadari, kita tidak akan pernah lagi bisa disudutkan oleh kegelapan dalam bentuk apapun. Kita bisa menghalau itu semua, mengalahkannya dan muncul sebagai pemenang dengan terang yang kita miliki. Begitu banyak kegelapan yang mengambil alih hidup orang di dunia ini, oleh karena itu biarlah cahaya terang Kristus senantiasa menyinari diri kita dan memancar kepada orang lain lewat diri kita.

Tidak ada apapun yang bisa diperbuat gelap untuk mengalahkan terang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: