Kumbang Pembombardir

Ayat bacaan: Ayub 12:10
===================
“Dia mengatur hidup segala makhluk yang ada; Dia berkuasa atas nyawa setiap manusia.” (BIS)

kumbang pembombardir

Ada sebuah binatang yang sangat unik hingga dianggap oleh sebagian peneliti sebagai serangga dengan pertahanan paling unik di dunia. Nama serangga ini adalah kumbang pembombardir, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Bombardier Beetle. Seperti halnya kumbang lainnya, ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya pada umumnya. Tetapi lihatlah sistem pertahanannya yang luar biasa anehnya. Ketika terancam, kumbang ini akan menyemprotkan musuhnya dengan campuran panas yang mengandung bahan kimia yang mampu membakar kulit. Dua zat kimia, hydroquinone dan hydrogen peroxide diproduksi dan disimpan di dalam kumbang-kumbang ini secara terpisah di ujung perutnya. Ketika kedua bahan kimia ini dicampur maka terjadilah reaksi kimia yang berbahaya. Musuhnya akan mendengar suara letusan bagai meriam di balik awan racun campuran bahan kimia tersebut, dengan suhu yang bisa mencapai 100 derajat Celcius. Dan yang lebih hebat lagi, kumbang ini mampu mengarahkan tembakan cairan beracun ini tepat menuju sasaran. Tembakannya pun punya kecepatan yang luar biasa. Dengan kemampuan ini, kumbang yang kecil terbukti mampu membunuh atau setidaknya melukai predator yang mengancam hidup mereka, bahkan yang berukuran jauh di atasnya.

Sungguh menarik melihat keunikan dari berbagai hewan yang ada di muka bumi ini. Seperti kumbang pembombardir diatas misalnya, meski tubuhnya kecil dan mungkin sekali pijak saja sudah hancur berantakan, namun sistem pertahanannya diciptakan Tuhan begitu luar biasa. Apakah kita pernah memikirkan betapa hebatnya ciptaan-ciptaan Tuhan di muka bumi ini? Ayub tampaknya memikirkan hal itu. Ambil contoh lain ketika Ayub menyinggung tentang burung unta atau ostrich. Burung unta bukanlah jenis burung yang memiliki figur ibu yang baik. Ayub mencatat bahwa burung unta ini bagai tidak punya kasih sayang terhadap anaknya sendiri. “Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir, tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia.” (Ayub 39:17-19). Meski sifatnya seperti itu, tapi lihatlah keistimewaan burung unta menurut yang ditulis oleh Ayub. “Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya, maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya.” (ay 21). Burung unta sanggup lari melebihi kecepatan kuda. Itu keistimewaan burung unta yang tentu akan sangat bermanfaat untuk melepaskan diri dari sergapan predator. Perhatikanlah hewan-hewan yang secara fisik tergolong lemah dan rentan terhadap serangan pemangsa tetapi Tuhan memberikan keistimewaan bagi mereka untuk mempertahankan diri.

Jika hewan-hewan ini bisa mendapatkan karunia dari Tuhan untuk melindungi atau menyelamatkan dirinya, mengapa tidak buat kita manusia yang Dia ciptakan secara istimewa seperti rupa dan gambarNya sendiri? Lihatlah apa kata Ayub berikut: “Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu.” (12:7-8). Apakah ini berarti bahwa Ayub sudah kehilangan kewarasannya dengan berkata seperti itu? Apakah dia sinis melihat nasib yang menimpanya? Apakah itu artinya kita harus berbicara kepada setiap binatang yang kita temui? Tidak, tentu tidak seperti itu. Apa yang diingatkan oleh Ayub adalah sebuah pesan bahwa kita bisa belajar banyak dari perilaku dan kebiasaan hewan-hewan, termasuk burung di antaranya yang akan saya jadikan fokus untuk kali ini. Adalah menarik jika melihat kesadaran Ayub bahwa Tuhan telah “memberi kita akal budi melebihi binatang di bumi dan hikmat melebihi burung di udara.” (35:11) Itu benar. namun ada kalanya kita harus mau belajar dari mereka. Dari dua contoh hewan unik di atas saja kita bisa melihat bahwa kreativitas Tuhan sungguh tidak terbatas dalam melindungi ciptaan-ciptaanNya. Ayub memahami hal itu dengan jelas, sehingga ia bisa berkata: “Dia mengatur hidup segala makhluk yang ada; Dia berkuasa atas nyawa setiap manusia.” (12:10 : BIS). Ditangan Tuhanlah terletak segalanya. Pemazmur pun menyadari hal itu sehingga kita bisa melihat dalam Mazmur 148 diberikan seruan kepada seisi jagat raya hingga malaikat untuk memuji Tuhan. “Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta. (ay 5). He commanded and they were created, the Bible said, that’s why we have to praise His name above all else.

Yesus mengacu kepada burung pipit, yang sangat murah harganya dalam mengajarkan kita agar jangan takut. “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu…Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Matius 10:29,31). Jika kita melihat dan menyadari bagaimana Tuhan melindungi hewan-hewan ciptaanNya dengan begitu unik, mengapa kita harus ragu Tuhan meninggalkan kita di tengah kesulitan-kesulitan hidup yang terkadang bagai predator menyerang dan siap menelan kita? Mulai dari burung unta sampai ke kumbang pembombardir, kreativitas Tuhan dalam melindungi ciptaanNya bisa terlihat dengan begitu nyata. Masalah bisa lebih besar dari kita, tetapi Tuhan tetap lebih besar dari masalah apapun. Oleh karena itu tetaplah berpegang kepadaNya dan percayakan hidup kita sepenuhnya ke dalam tanganNya.

Kreativitas Tuhan mampu mengatasi predator manapun dalam hidup kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: