Krisis Politik dan Keamanan Landa Libya

Tripoly by BBC Reuters

BANYAK pihak –terutama Barat dan AS—bersorak gembira ketika penguasa dictator Libya Kolonel Muammar Khadafi terjungkal dari panggung kekuasaannya dan kemudian tewas mengenaskan di sebuah gorong-gorong di luar Ibukota Tripoli. Kini, tiga tahun setelah Khadafi dan sekutunya digusur dari panggung politik di negeri kaya minyak di belahan Afrika Utara ini, Libya malah terpuruk di jurang dalam pertikaian politik dan krisis keamanan.

Laporan BBC pada hari Minggu (24/8/2014) siang ini, menyebutkan perang sengit antara faksi-faksi milisi bersenjata di satu pihak dengan tentara pemerintah di lain pihak membayakan stabilitas politik dan keamanan negeri kaya minyak ini.

Bahkan, Bandara Internasional Tripoli –gerbang utama dari dan keluar negeri—diberitakan BBC sudah jatuh ke tangan ‘musuh’ pemerintah.
Juru bicara kelompok milisi mendesak agar Dewan Keamanan Nasional Libya yang didominasi segera menyiapkan diri lagi untuk merapatkan barisan. Ini, kata mereka, karena parlemen baru dianggap tidak sah.

Beberapa infrakstruktur utama berupa jembatan yang menghubungkan Tripoli dengan beberapa kota telah rusak karena ekses pertempuran darat antara berbagai faksi yang bertikai.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini, Bandara Internasional Tripoli ada dalam kendali milisi bersenjata yang loyal kepada Jenderal Khalifa Haftar yang berseberangan ideology dan politik dengan Dewan Keamanan Nasional Libya yang menurut dia banyak didominasi oleh kelompok militan.

Kredit foto: Perang kota berkecamuk di sekitar Bandara Internasional Tripoli di Libya. (Courtesy of BBC/Reuters)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: