Kreativitas

Ayat bacaan: Kejadian 11:4
=====================
“Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

kreativitas, inovasi

Apa yang timbul di benak ketika mendengar kata nuklir? Mungkin yang langsung terbersit adalah bom nuklir, sebuah bom dengan daya musnah yang dahsyat yang sanggup memusnahkan seisi bumi. Padahal nuklir tidaklah hanya melulu soal bom. Ketika sumber energi minyak bumi semakin berkurang, energi nuklir sebenarnya bisa merupakan sumber energi yang layak diperhitungkan dan mendatangkan manfaat bagi manusia. Jika contoh nuklir terlalu berat, saya ambil contoh sebilah pisau. Pisau akan memberi kegunaan positif ketika kita pakai untuk memotong sayur atau daging, tapi sebaliknya bisa berbahaya jika dipakai untuk menyerang orang lain. Inovasi akan terus berkembang seiring perkembangan jaman, demikian pula halnya dengan kreativitas. Mungkin banyak diantara kita yang lupa bahwa kreativitas yang memampukan kita untuk membuat inovasi-inovasi baru merupakan anugerah yang sangat besar dari Tuhan. Adalah baik jika kreativitas kita kembangkan untuk kebaikan bagi orang lain, tapi di sisi lain kreativitas kita pun bisa disalah gunakan untuk hal-hal yang justru merugikan orang lain. Ada pula orang yang menganggap bahwa dirinya tidak kreatif dan menjadikan itu alasan untuk tidak berbuat sesuatu. Padahal sesungguhnya semua orang diciptakan memilik kreativitasnya masing-masing dalam kapasitas dan bidang yang berbeda-beda.

Lihatlah betapa kreatifnya Tuhan ketika menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya. Kisah penciptaan yang luar biasa di awal kitab Kejadian menunjukkan kreativitas Tuhan yang tidak terbatas. Betapa indahnya bumi, langit dan seluruh alam semesta dan segala yang terdapat di dalamnya. Tapi ada yang berbeda ketika Tuhan menciptakan manusia. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27). Manusia diciptakan Tuhan menurut gambarNya sendiri. Ini termasuk menganugerahkan kreativitas ke dalam manusia sebagai cerminan dari gambaran Allah yang kreatif itu sendiri. Ini membuat kita mampu menciptakan sesuatu, melakukan inovasi-inovasi yang semakin berkembang dari masa ke masa. Tujuan diberikannya segala kemampuan itu dengan tujuan baik, agar kita bisa menjaga kelestarian lingkungan hidup dan isinya. (ay 26, 28-30). Tapi sayangnya ada banyak orang yang memanfaatkan anugerah Tuhan ini justru untuk mendatangkan kejahatan di muka bumi. Kreativitas dan kemampuan tidak lagi dipakai untuk memuliakan Tuhan tapi justru dipakai untuk kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia dan kelestarian alam bahkan untuk menyaingi Tuhan. 

Mari kita lihat sejenak kisah menara Babel. Pada masa itu kreativitas manusia sudah tinggi. Saking tingginya hingga timbul kesombongan dan melupakan siapa yang telah memberikan itu semua kepada mereka. “Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi. (Kejadian 11:4). Mereka ingin membangun menara setinggi-tingginya agar bisa mencapai langit, semuanya untuk kemegahan diri. Tuhan tidak berkenan atas perilaku manusia pada saat itu yang menyalahgunakan anugerah yang berasal dariNya untuk tujuan yang salah. Maka turunlah hukuman Tuhan sehingga semua orang disana tercerai berai dan saling tidak memahami bahasa masing-masing. (ay 7-8). Lihatlah Tuhan tidak berkenan ketika manusia menggunakan kreativitas itu menyalahi tujuan semula. Ironisnya manusia tampaknya tidak pernah mau belajar dari kisah menara Babel ini. Hingga hari ini masih banyak orang yang mempergunakan kreativitas dan kemampuannya untuk tujuan-tujuan yang salah. Bukannya memuliakan Tuhan, tapi malah berniat menyaingi Tuhan. Bukannya semakin takut akan Tuhan, tapi justru semakin berani menghujat. Bukannya semakin menyadari keberadaan Tuhan, tapi malah terpicu untuk mencari pembuktian bahwa Tuhan tidaklah nyata. Ada banyak orang yang sesat, menganggap bahwa mereka tidak perlu Tuhan karena mereka merasa kreativitas mereka sudah berada di atas segalanya. Penciptaan-penciptaan yang bisa merugikan orang banyak pun terus bermunculan tanpa peduli apa dampak yang ditimbulkan bagi masa depan umat manusia di bumi ini.

Kreativitas adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada kita untuk tujuan yang baik, yang tidak boleh kita salah gunakan dengan sembarangan. Semua itu hendaknya dipakai justru untuk kemuliaan Tuhan, Sang Pemberi. Dalam surat Kolose Paulus mengingatkan kita agar “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Bukan untuk nama besar, kemasyhuran, kemegahan diri, tapi untuk Tuhan. Jika kita mengingat untuk menggunakan kreativitas kita demi nama Tuhan, maka kita tidak akan memakainya untuk hal-hal negatif yang merusak. Kita pun dipanggil untuk mempergunakan kreativitas kita agar kita bisa menjadi terang bagi sesama kita. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16). Semakin kita menyadari betapa luar biasanya kreativitas yang telah diberikan Tuhan kepada kita, sudah seharusnya kita semakin menyadari keberadaanNya dan semakin memuliakanNya. Ini adalah penting, “supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15). Hendaklah kita mempergunakan segala kreativitas dan kemampuan yang telah dianugerahkan Tuhan untuk tujuan yang baik dimana Tuhan bisa dipermuliakan. Jangan menjadi lupa diri, jangan menjadi sombong, tapi syukurilah itu semua sebagai pemberian yang besar harganya. Artinya, kita harus mampu terus mengembangkan kreativitas kita dengan terus menundukkannya di bawah firman Tuhan. Masing-masing orang mendapat panggilannya sendiri-sendiri. Ketika anda dipanggil untuk berkreasi dalam bidang tertentu, lakukanlah itu untuk kemuliaanNya. Kembalikanlah itu semua mengacu kepada nilai-nilai yang terkandung di dalam Alkitab. Teruslah kembangkan potensi diri dengan kreativitas yang telah diberikan Tuhan tapi ingatlah selalu bahwa semua itu haruslah bertujuan untuk memberi kebaikan bagi kelangsungan hidup kita dimana Tuhan akan bercahaya terang di dalamnya. Itulah yang diinginkan Tuhan ketika Dia membekali kita dengan kreativitas sesuai gambar dan rupaNya.

Pergunakanlah kreativitas untuk tujuan yang baik dimana Tuhan bisa dipermuliakan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply