Korsel, Negara Asia Pertama Terima Kunjungan Pastoral Paus Fransiskus

korsel25 tahun setelah kunjungan Santo Paus Johannes Paulus II di Korea Selatan, kali ini Negeri Ginseng ini mendapat ‘hadiah’ istimewa dari Tahta Suci menjadi negeri pertama di Asia yang mendapat kunjungan Paus Fransiskus. Kunjungan ini mempunyai makna mendalam, karena Vatikan mulai memandangan Asia sebagai kawasan baru dimana kristianitas mulai berkembang –selain Afrika dan Amerika Latin—meninggalkan […]

korsel

25 tahun setelah kunjungan Santo Paus Johannes Paulus II di Korea Selatan, kali ini Negeri Ginseng ini mendapat ‘hadiah’ istimewa dari Tahta Suci menjadi negeri pertama di Asia yang mendapat kunjungan Paus Fransiskus. Kunjungan ini mempunyai makna mendalam, karena Vatikan mulai memandangan Asia sebagai kawasan baru dimana kristianitas mulai berkembang –selain Afrika dan Amerika Latin—meninggalkan ‘tanah leluhur’ dimana dahulu kala kristianitas lahir dan berkembang: Eropa.

“Kunjungan Paus membuktikan Vatikan kini menaruh minat besar akan Asia,” papar Prof. Lionel Jensen, dosen East Asian Languages and Cultures di Universitas Notre Dame, AS, sebagaimana dilansir oleh jaringan CNN, Kamis siang.

Paus Fransiskus telah mendarat di Ibukota Seoul, Kamis tanggal 14 Agustus 2014 ini.

Salah satu agenda penting selama kunjungan di Seoul ini adalah proses beatifikasi terhadap 124 orang kudus asli Korea sekaligus mengikuti prosesi Asian Youth Day ke-6. Agenda lainnya adalah mendoakan proses perdamaian di Semenanjung Korea dimana hingga kini suhu politik antar sesama bangsa Korea –Korut yang masih komunis dan Korsel yang demokratis liberal—masih terus berlangsung sampai sekarang.

Dalam kunjungan perdananya di bumi Asia –khususnya Korea Selatan ini—Paus menjadwalkan diri bertemu dengan Presiden Korsel Ny. Park Geun-hye. Bersama masyarakat katolik Korsel, Paus secara khusus akan memimpin misa penghormatan bagi ratusan korban tenggelamnya kapal feri Sewol. Pada kesempatan sama, Paus juga akan mendoakan para wanita Korsel yang pernah menjadi budak seks bagi tentara Jepang selama kurun waktu Perang Pasifik (1942-1945).

Data terakhir yang dilansir CNN menyebutkan, jumlah umat katolik di Korsel merangkak dari angka 5,2 juta pada tahun 2005 menjadi 5,4 juta pada tahun 2013. Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu signifika dibanding pada tahun-tahun sebelum 2005. Dari keseluruhan jumlah penduduk Korsel, umat katolik menduduki angka 10,4%; selebihnya masyarakat Buddhist dan Kristen Protestan.

Korsel paus by AsiaNews

Poster menanti kunjungan Paus di Korsel: sebuah poster besar meneriakkan semangat menanti kunjungan Paus Fransiskus di Negeri Ginseng Korea Selatan, Kunjungan Paus Fransiskus di Korsel ini merupakan kunjungan perdananya di kawasan Asia dan merupakan kunjungan pertama setelah 25 tahun lalu Santo Paus Yohannes Paulus II melakukan kunjungan pastoral di Korea. (Dok. AsiaNews Italia)

Inilah jadwal acara Paus Fransiskus selama di Korsel

  • Kamis, 14 Agustus: tiba mendarat di Bandara Seoul dan segera bertemu dengan Presiden Korsel dan jajaran pejabat pemerintahan Korsel.
  • Jumat, 15 Agustus: Pertemuan dengan OMK Korsel dan para peserta 6th Asian Youth Day yang dipusatkan di Daejeon World Cup Stadium. Pada kesempatan ini, Paus akan menerima kunjungan sejumlah OMK dari beberapa negara dan kemudian mengajak mereka makan siang bersama di sebuah kompleks seminari.
  • Sabtu, 16 Agustus: misa beatifikasi para orang kudus Korsel. Mereka adalah saksi-saksi iman yang meninggal mempertahankan keyakinan imannya kurun waktu tahun 1971-1888. Kristianitas di Korsel berawal dengan cerita menyedihkan, karena dianggap sebagai ‘aliran sesat’ dan penganggu ketertiban oleh pemerintahan waktu itu. Kristianitas dianggap membayakan ‘agama negara’ yang waktu itu didominasi oleh Confusianisme. Tak kurang 10 ribu orang katolik telah dieksekusi pada kurun waktu abad ke-18. Lokasi eksekusi dilakukan di Seo So Mun, kini berada di pusat kota Seoul. Paus juga dijadwalkan akan mengunjungi Kkottongne –artinya Desa Bunga—dimana Gereja Katolik Korsel mengadakan berbagai program kesejahteraan umum untuk kaum marginal dan anak-anak cacat.
  • Minggu, 17 Agustus: Paus ikut dalam misa penutupan 6th Asian Youth Day yang akan dihadiri sejumlah Uskup di belahan Asia dan 2.000-an OMK dari beberapa negara di Asia.
  • Senin, 18 Agustus: Misa untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi Korea di Katedral Myeong-dong di Ibukota Seoul.

Sumber: CNN

Kredit foto: Poster menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Korsel (AsiaNews)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply