Kita Adalah Garam dan Terang Dunia

9 Juni RI

Selasa, 09 Juni2015
Pekan Biasa X
2 Kor 1:18-22; Mzm 119:129-133, 135; Mat 5:13-16

Yesus bersabda, “Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia.”

Yesus Kristus bersabda tentang hal biasa namun bermakna luar biasa bagi kita. Ia bersabda bahwa kita adalah garam dan terang dunia.

Kita pahami, garam adalah komoditas penting dalam hidup kita. Pada masa kuno, orang bahkan memperdagangkannya seperti kini orang berdagang emas. Garam juga memiliki fungsi untuk penghangat saat belum ada listrik. Yang jelas, garam membuat masakan enak  dan melindungi dari kebusukan.

Sedangkan cahaya menyinari semua untuk melihat dalam kegelapan. Cahaya memiliki fungsi vital. Ia memampukan kita melihat dan bekerja dalam kegelapan dan terhindar dari sandungan. Cahaya juga simbol keelokan, kebenaran dan kebaikan (dari kefslaman) Allah. Cahaya merupakam simbol sabda Allah pula yang memenuhi kita dengan terang rohani , sukacita dan damai.

Yesus Kristus menggunakan garam dan terang untuk melukiskan efek transformasi karya Allah dalam hidup kita. Allah berkenan berkarya melalui kita untuk berbagi daya berkat Ketajaan Allah bagi sesama.

Sebagaimana garam membersihkan, mengawetkan, dan menyedapkan masakan, demikianlah kita dipanggil menjalankan fungsi serupa dalam masyarakat. Maka garam tak boleh menjadi tawar, demikianlah kita sebagai garam. Demikian pula dengan fungsi kita sebagai terang. Kita adalah terang Kristus di tengah dunia agar melihat realitas Kerajaan Allah.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita dipanggil untuk aroma yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa (bdk. 2 Kor 2:15-16). Juga, itulah perutusan kita sebagai cahaya Kristus hingga sesama kita melihat kebenaran dan sukacita Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Tuhan Yesus Kristus, selalu ada kebebasan dan sukacita besar bagi siapapun yang hidup dalam kebenaran cahaya dan kebaikan Allah. Semoga kami mengenal sukacita dan kebebasan hidup dalam cahaya Allah. Semoga kami memancarkan cahaya kenenaran-Mu melalui kata dan karya kami selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply