Kisah Si Buruk Muka Vinicio Riva dalam Dekapan Paus Fransiskus (1)

< ![endif]-->

SAYA merasa, seakan-akan jantung saya copot dan berhenti berdetak,” kata Vinicio Riva, 53, Manusia Si Buruk Muka yang mendapat perlakuan istimewa di hadapan Sri Paus Fransiskus dalam sebuah pertemuan umum di Lapangan Santo Petrus Vatikan, awal November lalu.

“Rasanya selangit. Tak terduga, ternyata Bapa Suci Sri Paus berkenan memeluk saya akhirnya,” tutur Si Buruk Muka ini.

“Penyakit saya ini tak menular. Saya yakin Bapa Suci pun tidak tahu persis menular apa tidak. Namun toh, beliau datang memeluk saya dan membenamkan wajahku ke hadapan beliau. Rasanya seperti jatuh cinta,” terang Si Buruk Muka berseri-seri.

Wajah Gereja Katolik

Vinicio Riva jatuh dalam dekapan erat penuh kehangatan Paus Fransiskus yang berkenan menerima dia apa adanya dan menunjukkan wajah Gereja Katolik Semesta yang peduli dan mengasihi orang sakit.

Vinicio Riva –Manusia Si Buruk Muka—berasal dari  Vicenza di Italia Utara.  Sejak beberapa tahun lamanya dia divonis menderita penyakit generatif yang biasa disebut neurofibromatosis –sebuah penyakit tumor dengan symptom kemunculan benjolan-benjolan di sekujur tubuhnya. Mulai dari ujung kaki sampai mukanya dipenuhi dengan benjolan tumor. Tentu saja, kata Vinicio Riva dalam sebuah wawancara dengan Hannah Roberts di DailyMail belum lama ini, “Terasa sakit di sekujur tubuh”.

Menurut pengakuannya sendiri, penyakit turunan neurofibromatosis yang dia derita sejak lama itu merupakan ‘warisan’ dari almarhum ibunya yang juga menderita hal sama.

Buruk Muka 5

Tante dari pihak ibunya yang bernama Caterina Lotto juga menderita neurofibromatosis.

Waktu kecil, kata Si Buruk Muka ini, “Saya tumbuh berkembang normal”.

Pertemuan tak terduga

Menurut pengakuan Si Buruk Muka Vinicio Riva kepada Hannah Roberts dari DailyMail, peristiwa tak terduga ‘jatuh dalam dekapan Sri Paus’ itu terjadi saat berlangsung perayaan misa bersama ribuan para peziarah dari seluruh dunia yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus Vatikan. Tiba-tiba saja, kata Venicio, saat berlangsung adegan Bapa Suci mengunjungi dan memberkati deretan orang-orang sakit, beliau datang menghampiri saya.

“Bapa Suci turun dari Altar untuk menemui barisan deretan orang sakit. Beliau menghampiri saya dan kemudian memeluk saya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Rasanya selangit…seakan-akan jantungku copot dan berhenti berdetak (saking gembiranya),” tutur Si Muka Buruk.

Bapa Suci memang tidak mengucapkan sepatah kata pun. “Namun itu sudah berarti sangat banyak, karena kadang-kadang tindakan tanpa kata-kata itu sudah mengandung seribu makna,” tuturnya kemudian.

Buruk Muka 7Si Buruk Muka Vinicio Riva ini kemudian melanjutkan kisahnya:

“Pertama-tama, saya mencium tangan Sri Paus. Tangan beliau satunya lalu memeluk kepala saya dan menyentuh benjolan di wajah saya. Lalu sejenak kemudian, dia menyorongkan tubuhnya dan kemudian menarik badan saya dalam dekapan erat sembari mencium wajah saya,” kata Si Buruk Muka.

Kejadian itu hanya berlangsung kurang  lebih satu menit saja, “Ketika wajah saya terbenam di dada Sri Paus sembari kedua lengan beliau memeluk erat saya. Namun, rasanya sejuta warna-warni memenuhi hati saya.”

Peristiwa dramatik yang menunjukkan wajah Gereja Katolik Semesta terhadap pasien penderita sakit ini langsung menjadi trending topic picture sejagad, terutama ketika Gereja Katolik Semesta melalui figur Sri Paus Fransiskus mampu memperlihatkan ‘wajah’ Gereja Katolik yang peduli dengan orang sakit. Sekaligus juga, jepretan foto atas peristiwa dramatic itu juga menggambarkan kerendahan hati Gereja sebagaimana ditunjukkan Paus Fransiskus yang ingin meneladan Santo Fransiskus Assisi pada abad ke-13. (Bersambung)

Photo credit/Source: The Daily Mail

Tautan:   Derita Sakit Si Buruk Muka Vinicio Riva dalam Dekapan Paus Fransiskus (2)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: