Kisah Orang Lumpuh

Ayat bacaan:Markus 2:3-4
=====================
“ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.”

teamwork

“No man is an island” adalah sebuah peribahasa yang sudah sering kita dengar. Kalimat yang berasal dari puisi buah karya John Donne sekitar tahun 1600 an ini menggambarkan bahwa tidak ada orang yang sanggup hidup sendirian. Manusia adalah seorang mahluk sosial yang butuh berinteraksi dengan sesama. Manusia tidak akan mampu berbuat apapun jika terisolasi dari sekitarnya. Manusia pun merupakan bagian integral dari sebuah sistem sosial, tidak berdiri sendiri.Ada kisah menarik dari alkitab yang bisa kita baca. Pada satu hari Yesus kembali ke Kapernaum, dan orang ramai berkerumun mendatangi Dia untuk mendengar firman Tuhan. Tempat itu penuh sesak hingga tidak ada tempat kosong lagi. Mendadak atap terbuka, dan turunlah seorang lumpuh terbaring di atas tilam yang digotong oleh empat orang. Yesus pun menyembuhkan orang itu. Rasanya ini kisah yang sudah tidak asing lagi bagi kita.

Hari ini saya ingin menyorot tentang si lumpuh secara khusus. Bayangkan bagaimana susahnya menggotong seorang lumpuh di atas tilam ke atas atap, di tengah kerumunan orang banyak. Tentu bukan merupakan hal yang mudah bukan? Melihat ke-empat orang yang mau bersusah payah untuk si lumpuh ini, saya rasanya boleh menyimpulkan bahwa orang lumpuh ini tentu baik dalam pergaulannya, dan punya hubungan baik dengan ke-empat orang itu, sampai-sampai mereka terbeban untuk menolongnya meskipun harus menempuh cara yang sangat merepotkan. Seandainya orang lumpuh itu adalah orang yang sombong, saya yakin tidak akan ada orang yang peduli kepadanya, dan dia akan tetap lumpuh. Satu hal lagi, untuk menurunkan seseorang dari atap seperti itu diperlukan sebuah proses teamwork yang baik. Kenapa? Karena untuk menurunkan dengan tali dari atap butuh keseimbangan di setiap sisi agar si lumpuh tidak jungkir balik jatuh ke bawah.Ada tiga hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini.

* Tidak ada gunanya hidup sombong. Kita harus selalu membina hubungan baik dengan sesama kita. Ada saat dimana kita menolong, ada pula saat ketika kita butuh pertolongan mereka. Kita tidak akan bisa hidup sendirian. Tuhan Yesus pun mengerti mengenai hal ini. Dia punya duabelas rasul, dan mengutus mereka berdua-dua untuk mewartakan kabar gembira. seperti yang tertulis pada Markus 6:7.

* Untuk mencapai suatu keberhasilan, kita butuh kerjasama yang baik dengan orang lain. Tidak ada orang yang bisa selalu kuat dan sanggup mengerjakan segala sesuatunya sendirian. Bayangkan jika sebuah gereja hanya terdiri dari satu pendeta tanpa adanya pengerja yang lain, tidak ada diaken, tidak ada pemusik, tidak ada worship leader, tidak ada tim audiovisual, tidak ada tim doa syafaat dan lain-lain. Bayangkan jika si pendeta harus melakukan semuanya sendirian, adakah manusia yang sanggup, dan bisakah gereja itu berfungsi secara baik? Tanpa kerjasama dengan orang lain sulit bagi kita untuk mencapai sebuah keberhasilan.

* Dibutuhkan keseimbangan dalam sebuah proses. Jika kita fokus hanya pada satu titik dan mengabaikan hal-hal lain, hidup tidak akan bisa berjalan dengan baik. Jika anda hanya membaca alkitab tapi tidak bekerja, atau sebaliknya hidup membanting tulang dari kemampuan diri sendiri tanpa ditopang firman Tuhan untuk menguatkan dan membimbing anda. Atau bayangkan jika seorang ayah hanya bekerja, bekerja dan bekerja, tapi tidak pernah mempedulikan keluarganya, tidak pernah memantau perkembangan anak, tidak menyediakan waktu bagi istri dan anak, keluarga itu tidak akan bahagia meskipun secara materi lebih dari cukup.

Ketiga hal ini kita butuhkan agar kita bisa mencapai keberhasilan dan bertumbuh lebih lagi.

Selalu membangun hubungan baik, mampu bekerja sama dan menjalankan segala sesuatu dengan seimbang akan membawa anda pada keberhasilan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment