Kilas Balik, Bulan Kitab Suci Nasional di Kevikepan Semarang 1991

Kitab suci di altar

INI merupakan Pemanasan II

Catatan jadul:
Kursus Pemandu Kitab Suci
Kevikepan Semarang
Februari-November 1991
Diikuti 64 orang
Tempat: Katedral Semarang.

Rangkuman Pekerjaan Rumah

I. Persiapan
Penjelasan bahan kepada pemandu lingkungan pada umumnya kurang mengena. Mungkin, penjelasan di kevikepan perlu lebih sederhana. Tapi ada juga yang samasekali tidak menggunakan tenaga yang sudah menerima penjelasan di kevikepan, sehingga bahan disampaikan secara mentah, tidak sesuai dengan tujuan yang mau dicapai.

II. Tempat
Tempat biasanya berpindah-pindah. Secara umum ada kesan bahwa tempat kurang dipersiapkan (tidak dijelaskan bahwa harus dipersiapkan, sehingga kesannya seadanya saja). Padahal suasana kan dapat mendukung seluruh proses pertemuan kitab suci.

III. Pemandu
Pemandu umumnya bukan ahli kitab suci, tidak memiliki latar belakang yang cukup sehubungan dengan tujuan yang mau dicapai. Pada umumnya hanya mengikuti apa yang sudah disediakan (brosur) tanpa usaha untuk memahami lebih dalam, misalnya dengan menggunakan brosur gagasan pendukung. Tambah lagi, sebagian besar, gagasan pendukung tidak diterangkan sama sekali.

IV. Acara
Sebagian besar hanya mengikuti apa yang tertulisa dalam buku panduan. Seperti membacakan buku saja. Belum cukup diusahakan kreatifitas dalam acara. Buku panduan sendiri dirasa agak membingungkan karena model pertemuannya macam-macam.

V. Peserta
Dari 15 lingkungan yang diikuti oleh peserta kursus, rata-rata kehadirannya adalah 17 orang. Peserta menjadi banyak kalau ada acara keluarga: syukuran, peringatan arwah. Pada kesempatan lain pada umumnya peserta sedikit saja.

VI. Bahan
Bahan dirasa sulit. Khususnya bahan pertemuan II (pemahaman tradisi). Perlu dipikirkan kembali bagaimana menyampaikan bahan secara agak populer.

VII. Kesimpulan
Sebagai acara, bulan kitab suci ini berhasil dilaksanakan: Pada umumnya lingkungan-lingkungan melaksanakan acara ini. Namun ada kesan, masih asal jalan saja. Persiapan dan kreatifitas dalam melaksanakan masih sangat kurang.

VIII. Usulan

  • Bulan kitab suci hendaknya menjadi kesempatan umat untuk secara khusus mendengarkan Sabda Allah. Maka, perlu dipersiapkan dengan lebih baik lagi. Syukur kalau acaranya bisa memberi kesempatan kepada sebanyak mungkin umat untuk menyampaikan pengalaman imannya berdasarkan sabda yang didengarnya.
  • Tawaran acara untuk bulan kitab suci hendaknya sederhana dan seragam, supaya mudah melaksanakannya. Kemungkinan-kemungkinan baru/tawaran-tawaran kreatif, mohon disampaikan dalam bentuk lampiran buku untuk pemandu lingkungan.
  • Hendaknya para pemandu dipersiapkan dengan lebih baik. Syukur kalau ada kesempatan latihan bagi para pemandu sendiri. Bagaimana kalau kursus kevikepan selalu mempersiapkan pelaksanaan bulan kitab suci?


Katedral Semarang, 13 Oktober 1991

Kredit foto: Ilustasi sebuah KS di altar pada sebuah misa akbar di Keuskupan Pangkalpinang, Pulau Bangka (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

 

 

__._,_.___

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: