Keuskupan Atambua: 23 Anak Panti Rehabilitasi Belajar Berbelanja

Anak-anak penyandang disabilitas di Panti Rehabilitasi tengah diajak belajar berbelanja. (Romo Kris Fallo)

SEBANYAK 23 orang anak Panti Rehabilitasi Onoboi Atambua, Belu, NTT, Selasa, 06 Desember 2016, mendapat kesempatan belajar  berbelanja di Jabalmart Atambua. Mereka tidak sendirian tapi didampingi oleh suster-suster FCJM Atambua.

Sungguh merupakan satu peristiwa luar biasa, menarik dan sangat menggembirakan bagi anak-anak, betapa tidak, aktifitas seperti ini tidak pernah mereka lakukan. Datang langsung, tanpa perantara serta sendiri memilih apa yang diinginkan, atau disukai.

“Kami sangat gembira. Ternyata ada orang yang baik dengan kami. Apa yang tak mungkin kami buat, justru hari ini kami buat. Kami diberi voucher belanja Rp. 15.000 per anak, dan kami sendiri pilih apa yang kami mau,” kata salah seorang anak menjelaskan.

Sr. Ferninanda FCJM, selaku pimpinan Komunitas FCJM, mengatakan bahwa, acara ini dibuat dalam rangka memperingati St. Nikolas, yang menurut cerita, membagi hadiah untuk orang-orang yang berkekurangan. Peringatan St. Nikolas di sini berbeda, dengan apa yang terjadi di eropa. Di Eropa dirayakan secara meriah, dan momen itulah yang digunakan untuk membantu orang-orang yang berkekurangan.

atambua-pembelian-2Para suster dan petugas jaga toko. (Romo Kris Fallo)

“Acara ini Sebenarnya diselenggarakan oleh Mr. Niko, salah seorang volunteer, (tenaga sukarela) dari Belanda. Mr. Niko, mau mebagi hadiah untuk anak-anak panti rehabilitasi, yang juga bekerja sama dengan keluarga-keluarga di Atambua,” kata suster Ferdinanda.

Acara ini, berlangsung sejam namun cukup menarik perhatian para pengunjung yang ingin berbelanja di Jabalmart. Hal yang cukup menarik adalah, saat mereka turun dari bus, saat mereka harus memilih sendiri apa yang ingin dibeli dan juga saat mereka harus naik bus yang mengangkut mereka untuk pulang. Ini tentu bukan perkara yang gampang.

Seusai belanja, mereka semua beristirahat sejenak, menikmati hasil belanjaan, sambil menyapa para pengunjung hingga  batas waktu yang ditentukan, mereka akhirnya dihantar pulang ke panti rehabilitasi. Sungguh luar biasa. Semoga dengan kegiatan ini, mengetuk pintu hati sesama untuk menaruh perhatian bagi mereka yang berkekurangan dan tak berdaya.

atambua-pembelian1Para anak penyandang disabilitas tengah diajak latihan belajar berbelanja. (Rm Kris Fallo) Pastor diosesan (praja) Keuskupan Atambua; sekarang bertugas pastoral di Paroki Katedral St. Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT.

Sumber: Sesawi.net

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply