Ketua Komisi Liturgi KAJ menanggapi hoax tentang warna pakaian umat saat Tri Hari Suci

Pastor Hieronymu Sridanto Aribowo/HIDUP Katolik

Pastor Hieronymu Sridanto Aribowo/HIDUP Katolik

Baru-baru ini ada media sosial yang menguraikan tentang warna liturgi dalam Pekan Suci, dan secara khusus menegaskan bahwa warna liturgi Jumat Agung adalah merah dan bukan hitam, oleh karena itu pada Jumat Agung “umat tidak diperkenankan lagi memakai baju warna hitam. Kalau punya merah atau putih. Bila tidak punya ya sepunyanya. Ingat, Jumat Agung bukan Jumat kesedihan tapi Jumat Kemenangan.”


Alasannya, karena sesudah Konsili Vatikan II, Gereja merubah warna liturgi Jumat Agung menjadi merah. Jumat agung bukan lagi sebagai penderitaan Tuhan Yesus, tapi sebagai tanda kemenangan atas maut. “Penyaliban adalah penyaliban kedagingan atau keduniawian kita, dan Salib simbol kemenangan atas maut. Melalui penyaliban maka ada kebangkitan hidup. Inilah bukti kemenangan atas maut. Yesus bersabda,” jelasnya,


Namun, menanggapi hal itu, Ketua Komisi Liturgi KAJ Pastor Hieronymus Sridanto Aribowo Pr mengeluarkan tanggapan tertanggal 21 Maret 2018 yang diterbitkan tanggal 28 Maret 2018 lewat website KAJ atas “Beredarnya Hoax Tentang Warna Pakaian Umat Saat Merayakan Tri Hari Suci.”


Tanggapan itu berbunyi, “Mengacu pada spirit dasar Konstitusi Suci Liturgi Gereja (Sacrosanctum Concilium) dan Tradisi Gereja yang ditulis dalam Pedoman Umum Misale Romawi 336-341 dan 119, serta dengan semangat Arah Dasar KAJ 2016-2020 khususnya Sasaran Prioritas ke-3 “Membangun katekese dan liturgi yang hidup dan memerdekakan” maka kami tegaskan bahwa:

Komisi Liturgi KAJ tidak pernah menetapkan warna liturgi untuk pakaian umat beriman yang datang merayakan Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, Paskah Vigili dan Hari Raya Paskah)Komisi Liturgi hanya mengatur busana liturgi untuk para pelayan liturgi dan selama ini sudah berlangsung dengan sangat baik di paroki-paroki.Silakan umat hadir merayakan Tri hari Suci dengan pakaian bebas, pantas, sopan, rapi dan bermartabat.”

Imam itu berharap semoga tanggapan itu membantu umat untuk “merenungkan dan merayakan misteri Kasih Allah, puncak iman kita dalam sengsara, wafat dan penderitaan Putra-Nya: Yesus Kristus.”(pcp)


aslie


Kasula

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: