Ketaatan Dan Kerendahan Hati


YESUS, putera Allah, tanpa dosa, bersedia datang ke dunia untuk menebus dosa manusia. Dan sebagai penguasa Bait Allah, Ia seharusnya tidak perlu membayar payak. Namun agar tidak menjadi batu sandungan, Ia tetap membayar pajak.  Lewat SabdaNya pada hari ini, Yesus memperlihatkan ketaatan tanpa batas terhadap kehendak Bapa dan kerendahan hati yang luar biasa.


Sebagai pengikut Kristus, kewajiban kita adalah melaksanakan hukum Kasih di mana pun kita berada, menerapkannya kepada siapa pun di dalam segala situasi dan kondisi. Jadi, walaupun di sekitar kita banyak terjadi tindak kekerasan, korupsi, perbuatan baik kita tidak dihargai bahkan dibalas dengan perbuatan yang jahat; hendaknya kita tetap menaburkan kasih dan pengampunan di sepanjang hidup kita. Janganlah terkontaminasi oleh hal-hal negatif yang membuat kita menyimpang dari jalanNya, melainkan tetaplah bersinar untuk memancarkan kasihNya.


Mari meneladani Yesus, tumbuhkan sikap kerendahan hati dan miliki komitmen untuk senantiasa taat terhadap perintahNya. Mohon rahmat kekuatan daripadaNya agar kita dapat berubah dari hari ke hari menjadi semakin menyerupai Dia.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply