Kesukaan Besar Bagi Semua

Ayat bacaan: Lukas 2:10=======================”Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa”Kakek dan nenek cenderung memanjakan cucu mereka dengan penuh kasih. Ti…

Ayat bacaan: Lukas 2:10
=======================
“Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa”

Kakek dan nenek cenderung memanjakan cucu mereka dengan penuh kasih. Tidaklah heran kunjungan kakek dan nenek ke rumah mereka biasanya akan mereka sambut dengan kegembiraan penuh sukacita. Anak teman saya yang masih berumur 5 tahun suatu kali pernah bercerita kepada saya dengan raut wajah sangat gembira akan kedatangan kakek dan neneknya menginap selama dua minggu di rumah. “Kakek membawa banyak oleh-oleh untuk saya.. dan selama dua minggu saya selalu dibela kalau dimarahin mama”, katanya polos. Lebih lanjut lagi ia mengatakan bahwa selama dua minggu ia seolah punya orang yang menurut untuk diajak main apa saja yang ia mau, berbeda dengan kedua orang tuanya yang biasanya terlalu sibuk untuk meluangkan waktu sebanyak itu bersamanya. Di hari Natal banyak keluarga yang berkumpul merayakan bersama-sama. Sukacita begitu terasa. Jika kehadiran kakek dan nenek saja sudah membuat hidup seorang anak kecil bisa menjadi lebih bahagia, apalagi kehadiran Sang Juru Selamat ke dunia ini. Dan itulah yang menjadi inti dari apa yang kita rayakan saat ini.

Sekarang coba bayangkan jika kita saat ini terkurung, tidak bisa keluar dari sebuah ruangan penjara yang gelap dan pengap, tanpa kepastian kapan kita bisa menghirup kebebasan. Tidak ada jaminan keselamatan, kita mugkin mulai berpikir akan berakhir pula di tempat seperti itu. Tapi tiba-tiba pintu terbuka, cahaya terang menyeruak masuk membawa Sosok yang akan membebaskan kita. Bagaimana rasanya? Tentu perasaan bahagia, lega, gembira dan penuh sukacita akan segera mengisi hati kita. Demikianlah manusia pada dasarnya begitu mudah terjerat dan terikat, terkurung dalam selubung dosa. Seringkali dosa-dosa begitu erat mengikat kita sehingga kita tidak lagi mampu untuk melepaskan diri darinya. Ada banyak orang yang terbelenggu oleh perbuatan di masa lalu mereka sehingga mereka tidak pernah bisa melangkah maju menatap ke depan. Ada yang sudah begitu terbiasa dalam kegelapan sehingga tidak lagi percaya ketika melihat sinar terang.

Dengar ini: Tuhan tahu pergumulan kita. Tuhan tahu persis apa yang kita alami dan rasakan. Dan luar biasanya, Dia tidak hanya sekedar tahu, tapi Dia juga peduli dan mengasihi kita semua dengan begitu besar. Jurang menganga di depan kita yang akan menelan kita ke dalam kematian yang menyakitkan untuk selamanya. Tapi Tuhan tidak membiarkan itu terjadi. Dia sayang kepada kita semua, kepada anda dan saya. Dia ingin tidak satupun dari kita untuk binasa. Yesus pun lahir ke dunia, buat setiap umat manusia.

Mari kita lihat pengalaman sekawanan gembala yang tengah menggembalakan ternak di padang rumput pada malam kelahiran Yesus yang tertulis dalam Lukas 2:8-20. Ketika mereka tengah menjaga ternak di malam hari, “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.” (ay 9). Malaikat itu pun kemudian menyapa dan menyampaikan sebuah berita besar. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (ay 11). Sang Penebus, Sang Juru Selamat, Kristus Tuhan telah lahir! Malaikat lantas memberitahukan tanda kepada mereka. Dan tiba-tiba pada saat itu mereka melihat “bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah.” (ay 13) Sungguh pengalaman yang sangat hebat. Kemudian mereka segera bergegas ke Betlehem untuk melihat langsung apa yang disampaikan Tuhan kepada mereka melalui perantaraan malaikat tadi. Mereka pun menjumpai Maria, Yusuf dan Bayi Yesus yang tengah terbaring di dalam palungan. (ay 16). Mereka segera menyampaikan apa yang mereka alami sebelumnya. Dan setelah itu, “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.” (ay 20). Saya membayangkan sorak sorai penuh semangat, perasaan sukacita yang melimpah memenuhi diri mereka sepanjang jalan. Apa yang mereka alami, apa yang disampaikan Tuhan, apa yang dianugerahkan Tuhan di malam itu sungguh merupakan kesukaan besar. Bukan hanya bagi sekumpulan gembala, tapi terlebih untuk seluruh bangsa. Termasuk buat anda dan saya hari ini.

Kedatangan malaikat di depan para gembala sering dipakai untuk menggambarkan pesan kepada para gembala atau hamba Tuhan. Tapi bagi saya ini sebuah pesan yang sangat penting dari Tuhan buat semua kita yang percaya kepadaNya. Lihatlah serangkaian percakapan antara Yesus dan Simon Petrus pada Yohanes 21:15-19. Yesus tiga kali bertanya, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Tiga kali pula Petrus menjawab “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Lalu Yesus membalas jawaban Petrus tiga kali pula dengan kalimat yang sama. “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kepada setiap orang yang mengasihi Kristus telah diberikan tanggungjawab yang sama. Jika kita mengasihi Kristus, kita harus pula menggembalakan domba-dombaNya. Oleh sebab itulah pesan malaikat kepada gembala-gembala dalam Lukas 2 di atas merupakan pesan yang diberikan kepada kita semua, orang percaya yang mengasihi Kristus.

Mari kita baca sekali lagi pesan tersebut. “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Lukas 2:10). Kedatangan Kristus ke dunia diawali dengan pesan ini. Lantas tepat sebelum Yesus terangkat ke surga, Dia meninggalkan pesan berupa Amanat Agung yang berbunyi: “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28:19-20). Nyatalah bahwa kedatangan Kristus sungguh membawa keselamatan bukan saja kepada sekelompok orang, tapi berlaku kepada seluruh bangsa dalam semua generasi. Dan kepada kita semua telah diberikan tanggungjawab yang sama, bukan dalam bentuk keterpaksaan, tapi justru dalam suasana kesukaan besar. Kita seharusnya dengan penuh sukacita memberitahukan kabar gembira ini kepada semua orang. Penyelamat telah lahir, Dia telah menebus semuanya dengan lunas, dan lewat Dia kita diberikan jalan untuk menuju keselamatan yang kekal. Tidakkah itu merupakan kabar gembira yang sanggup membuat kita semua bersorak sorai? Bukan hanya bagi kita, tapi kepada mereka yang belum mendengarnya pula, agar mereka pun bisa turut bersorak sorai dalam jaminan keselamatan lewat karya penebusan Kristus ke dunia.

Sekali lagi, pesan ini hadir buat semua kita dan berlaku untuk seluruh bangsa. Siapapun berhak dan layak menerimanya, tidak peduli dari latar belakang atau golongan mana kita berasal. Dalam Kristus kita semua merupakan ciptaan baru (2 Korintus 5:17) yang sudah dilayakkan untuk menerima hak waris dalam KerajaanNya. Tidak ada perbedaan dalam bentuk atau status apapun. semua mendapat kabar sukacita yang sama. Paulus mengatakan itu seperti ini: “Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya” (Roma 10:12). Atau lihatlah ini: “dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” (Kolose 3:11).

Di hari Natal tahun ini, jika anda tengah mengalami situasi yang tidak   “Do not be afraid; for behold, I bring you good news of a great joy which will come to all the people.” Juru Selamat telah lahir. Kita tidak perlu takut lagi, “sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5). Jika kita sudah mengimaninya, mari kita beritahukan pula kabar kesukaan besar ini kepada sesama kita yang belum mendengarnya, dan mari kita bersama-sama bersorak memuliakan Allah yang begitu peduli, begitu mengasihi kita.Selamat Hari Natal, semoga damai dan kasih Kristus senantiasa menyertai anda.

Keselamatan merupakan anugerah Allah bagi seluruh bangsa yang diberikan lewat Kristus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply