Kesepian

 Ayat bacaan: Mazmur 25:16
=====================
“Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.”

kesepian, sendirian

Dunia yang semakin lama semakin penuh ini membuat kita kadang sulit untuk mencari tempat kosong. Hampir di setiap sisi kita bertemu dengan orang lain dengan berbagai corak dan ragam masing-masing. Mungkin kita punya keluarga besar, punya banyak teman, tinggal di lingkungan padat, namun ada saat-saat kita merasa kesepian. Bukan hanya ketika mengalami masalah dalam kehidupan kita, tapi rasa kesepian ini bisa muncul bahkan di saat kita sedang tidak mengalami masalah apapun. Rasa kesepian itu bisa begitu menyakitkan, sepertinya tidak ada yang peduli pada kita, tidak ada yang menyayangi kita. Saya dulu sering mengalami hal ini, dan dulu sering berkata demikian: “in the end we are alone afterall..” Tapi benarkah demikian? Apakah kita ditakdirkan untuk kesepian, sendirian di tengah kerumunan manusia yang begitu banyak jumlahnya di dunia ini? Saya percaya tidak. Tuhan menjadikan Hawa sebagai pendamping Adam yang sepadan, karena Tuhan menganggap tidaklah baik bagi manusia untuk hidup sendirian. Artinya Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk hidup kesepian. Bahkan Roh Kudus pun Dia turunkan pada kita, agar kita punya Penolong dan Pembimbing dalam menentukan langkah kita menuju kehidupan kekal. Namun mengapa kesepian tetap menerpa kita?

Kesepian yang paling berat adalah ketika kita terpisah dari Tuhan. Demikian firman Tuhan: “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” (Yesaya 59:2). Dosa memisahkan kita dengan Allah. Kita tidak lagi mendengar suaraNya, merasakan penyertaanNya, hubungan kita menjadi hancur ketika kita tidak lagi taat padaNya, dan hadirlah sebuah kesepian yang berat, dimana kita tidak lagi merasakan kehadiranNya dalam hidup kita. Atau mungkin kita terlena dengan aktivitas duniawi sehingga mengabaikan waktu-waktu untuk berada bersamaNya. Kita terlena hingga melalaikan Tuhan. Seberapa jauh kita meninggalkanNya? Seberapa jauh dosa kita membuat Tuhan menyembunyikan diriNya dari kita? Tuhan tidak pernah berniat meninggalkan kita. Kalaupun hubungan kita terputus, itu karena adanya hal-hal yang menghalangi hubungan kita dari Tuhan yang masih harus dibereskan terlebih dahulu. Yesus sudah menyelesaikan semuanya secara lunas di atas kayu salib 2000 tahun yang lalu. Bertobat, mengakui dosa dan berjanji untuk tidak lagi mengulangi adalah solusi untuk mengatasi hal ini. Tuhan itu setia dan adil. Dia akan dengan gembira menyambut kita dan mengampuni kita, menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9). Kemudian ingatlah bahwa kita harus senantiasa meluangkan waktu untuk berhubungan dengan Tuhan, baik lewat saat teduh, doa-doa kita, pujian/penyembahan, membaca firman Tuhan dalam Alkitab dan lain-lain. Ini hal-hal penting yang bisa membuat kita untuk kembali merasakan kehadiranNya.

Terkadang kita lupa bahwa Tuhan sebenarnya senantiasa berada bersama kita. Beratnya himpitan persoalan, atau mungkin timbunan dosa-dosa kita, atau tidak membangun hubungan dengan Tuhan secara teratur, atau mungkin terlalu malas mengisi diri dengan firman Tuhan, semua ini akan membuat kita kesulitan untuk mengetahui janji Tuhan, dan akan dengan gampang memposisikan kita pada sebuah sudut yang kosong. Kita pun kesepian. Apa yang sebenarnya dikatakan Tuhan? Secara luar biasa Tuhan menjanjikan demikian: “Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”(Ulangan 31:8). Dalam Mazmur kita lihat demikian: “Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.” (Mazmur 139:5). Artinya Tuhan tidak pernah dengan senang hati meninggalkan kita. Dia selalu setia untuk menuntun kita, menyertai kita hingga akhir jaman.

Pada saat-saat tertentu, atau akibat hal-hal tertentu, kita bisa mengalami kesepian. Ketika hal ini menyerang, ingatlah akan penyertaan Tuhan yang sungguh luar biasa. Benahi diri kita agar kita bisa merasakan penyertaanNya, isi hati kita selalu dengan firman-firman Tuhan, sehingga kita tidak akan merasakan kesepian lagi. Ayat bacaan hari ini menggambarkan bagaimana doa dipanjatkan pada Tuhan ketika berada dalam kesengsaraan, penindasan atau kesulitan lainnya. Pada suatu saat Daud merasa kesepian dalam menghadapi masalah sehingga ia berkata: “Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.” (Mazmur 25:16). Daud tau bahwa Tuhan sanggup mengeluarkan dirinya dari bahaya. (ay 15). Daud tahu tangan Tuhan tidak pernah kurang panjang untuk mengangkatnya keluar dari masalah, selayaknya kita pun menyadari demikian. Pemazmur menyatakan begini: “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2). Lihatlah bahwa kita sesungguhnya tidak sendirian dalam sepi. Tuhan selalu ada menyertai kita semua. Yesus pun berjanji untuk menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:20).Tuhan adalah Allah yang penuh kasih setia tak berkesudahan yang tidak akan senang untuk meninggalkan kita. Kita tidak akan pernah dibiarkanNya sendirian menjalani hidup ini. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 139:5 di atas, kita tahu bahwa Tuhan mengurung kita dari depan dan belakang Tuhan hadir bersama dengan pergumulan kita. Tuhan pun memberkati dengan tanganNya sendiri ke atas diri kita.

Jika ada diantara teman-teman yang saat ini merasa kesepian, ingatlah bahwa Tuhan tidak meninggalkan anda sendirian. Dia selalu ada bersama-sama dengan anda dan saya. Apapun masalah yang anda hadapi saat ini, percayalah tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk melepaskan anda dari masalah. Dan Dia ada, menyertai kita sampai akhir. Dengan mengetahui janji-janji Tuhan ini, kita pun akan sadar bahwa kita tidak akan pernah dibiarkanNya sendiri kesepian, karena Dia adalah Allah yang peduli dan penuh kasih setia sampai selama-lamanya. We’re never alone afterall. Praise the Lord, for the Lord is good!

Kita tidak akan kesepian sebab Tuhan selalu beserta kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply