Kesempatan yang Sama

Ayat bacaan: Luk 16:31
===================

“Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”


Ada satu perbincangan dengan teman yang belum mengenal Yesus. Katanya kira-kira begini: Seandainya Yesus memang jalan keselamatan, Dia tidak adil. Ada orang yang memang dilahirkan dalam keluarga yang percaya Yesus, dan mereka tentu mengenal Yesus sejak kecil dan dengan sendirinya jauh lebih mudah untuk mengerti, ketimbang orang yang dilahirkan dalam lingkungan yang menganut kepercayaan lain. Adalah sulit untuk merubah sesuatu yang telah didoktrin sejak kecil.

Secara manusiawi, tentu wajar punya pemikiran seperti itu. Pada satu saat, saya diingatkan tentang kisah si miskin Lazarus dan orang kaya. Perikop mengenai kisah ini di Luk 16:19-31 menceritakan bagaimana Lazarus yang penuh borok dan hina di mata manusia, ternyata hidupnya berkenan di hadapan Tuhan. Orang kaya yang menderita di alam maut dalam nyala api kemudian melihat Lazarus tengah duduk dipangkuan Abraham, dan mengucapkan penyesalannya. Tentu saja semuanya sudah terlambat. Orang kaya itu kemudian memikirkan saudara2nya, dan meminta agar Lazarus kembali ke dunia dan mengingatkan saudara2nya yg lain. Abraham pun mengatakan bahwa banyak kesaksian Musa dan nabi2 lainnya yang seharusnya cukup untuk membuat orang percaya.

Ya, coba lihat disekeliling kita, begitu banyak kesaksian dan hal2 yang seharusnya lebih dari cukup untuk membuktikan kasih dan cinta Allah pada kita semua, tanpa terkecuali. Tapi jika kita mengeraskan hati dan menutup mata, maka hal sebesar apapun tentu tidak akan berarti apa2. Pemikiran tentang ketidakadilan Tuhan diatas sebenarnya tidak beralasan, karena dalam perjalanan hidup ini, kita semua sebenarnya punya kesempatan yang sama untuk mengenal Dia, tanpa peduli siapa, dimana dan dari mana kita semua berasal. Artinya, sekalipun anda berasal dari keluarga yang belum percaya Yesus, banyak kesaksian di muka bumi ini dari masa ke masa yang bisa dijadikan bukti mengenai kuasa Yesus. Sebaliknya pun demikian. Dari keluarga yang percaya Yesus pun, seseorang bisa berpaling dari Yesus setiap saat. Orang biasa sampai gembala sekalipun bisa tergelincir, karena iblis terus menerus berusaha mempengaruhi semua orang tanpa terkecuali. Tuhan memberikan kehendak bebas pada setiap orang. Tuhan juga senantiasa mengetuk pintu hati semua orang, termasuk saya dan anda untuk percaya padaNya dan menerima kasih karuniaNya yang berlimpah. It’s all up to us.

Saya berdoa malam ini, biarlah saudara2 kita, terutama orang2 yang dekat dengan kita atau yang sempat berpaling dari Dia dijamah hatinya, dilunakkan, agar mereka juga menerima berkat dari Tuhan, dan selamat dari siksaan di neraka. Selagi masih ada kesempatan, bertobatlah jika ada yang telah tawar hatinya, dan doakan keluarga dan teman2 kita juga agar mereka semua selamat dan mendapat kehidupan kekal di surga nantinya.

Kita tidak akan mampu melihat berbagai kesaksian dan bukti kasih Yesus jika kita memiliki hati yang keras dan mata yang tidak melihat. Percayalah padaNya sebelum semuanya terlambat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply