Kesembuhan dalam Relasi dengan Yesus

yesus dan orang kusta by rembrandt istMINGGU BIASA 6, B; 15 Pebruari 2015 Im. 13:1-2.45-46; 1Kor. 10:31-:1; Mrk. 1:40-45 Penyakit yang paling ditakuti pada jaman Yesus adalah penyakit kusta. Karena sakit kusta adalah sakit rangkap tiga. Pertama, sakitnya menjijikkan: pada waktu itu yang dianggap kusta ialah semua penyakit kulit yang menjadi luka terbuka dan meluas. Jika memang kusta penyakitnya, maka orang itu akan mati perlahan-lahan dengan anggota tubuh jatuh satu demi satu. Kedua, orang yang kena kusta harus dikucilkan dari rumah dan kampungnya; mereka tidak boleh berhubungan dengan orang sehat. Ia terputus relasinya dengan keluarganya dan semua orang yang ada di sekitarnya. Ketiga, orang kusta menjadi orang najis. Ia terputus hubungannya dengan Tuhan, terkena tanda kutukan Tuhan. Orang yang sakit kusta itu, pasti sangat putus asa, sehingga ia berani datang mendekat dan berlutut di hadapan Yesus. Ia bisa dihukum rajam sampai mati karena mencemarkan orang sehat, seorang Rabi pula. Tetapi ia juga orang beriman, pasrah dalam pengharapannya: “Jika Engkau mau…” Yesus melihat iman dan kepasrahan orang itu, berbelas kasih padanya. Yesus melakukan hal yang tidak biasa; Yesus menyentuh orang itu! Dalam banyak kisah penyembuhan, kebanyakan kali Yesus tidak menyentuh si sakit. SabdaNya cukup berkuasa untuk menyembuhkan orang. Sekarang Yesus mengambil tindakan yang beresiko ikut menjadi najis, dengan menyentuh orang kusta itu, demi memulihkan rusaknya hubungan orang itu dengan sesama dan dengan Tuhannya. Yang dipulihkan Yesus bukan hanya tubuhnya, tetapi seluruh relasinya dengan sesama dan dengan Allah. Orang itu begitu bahagia, sehingga tidak dapat menahan diri untuk diam, ia tidak dapat mematuhi larangan Yesus, mewartakannya kemana-mana. Kita dapat belajar dari orang kusta itu: iman itu bukan sekedar pasrah dan percaya, tetapi juga berani ambil resiko. Meloncat dari keamanan menuju harapan yang lebih baik, meski harus melalui ketidak pastian. Iman juga punya unsur bahagia yang menyebar luaskan. Tetapi yang lebih penting adalah sikap Yesus kepada orang kusta itu. Yesus melihat ketakutan, keputus asaan dan kesedihan mendalam orang itu. Ia orang terbuang dari lingkungannya, juga dari Allahnya. Sentuhan Yesus itu yang menyembuhkan sakit relasinya. Sesama dan Allah menerima dia kembali, meski ia masih kusta dan belum tahir. Pengalaman disembuhkan adalah pengalaman dari tidak berharap akan hidup, menjadi hidup yang berisi puji-pujian dan kesaksian hidup. Hidup yang semula dinilai tidak berharga, menjadi hidup yang sekarang dihayati dalam semangat, keberanian dan cinta. Ada kekuatan di dalam cinta, Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan. Ada kekuatan di dalam kedamaian diri Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah tergoyahkan Dan tidak mudah diombang-ambingkan. Ada kekuatan di dalam kesabaran, Orang yang sabar adalah orang yang kuat Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu Dan ia tidak pernah merasa disakiti. Ada kekuatan di dalam kemurahan, Orang yang murah hati adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya. Ada kekuatan di dalam kebaikan, Orang yang baik adalah orang yang kuat Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang. Ada kekuatan di dalam kesetiaan, Orang yang setia adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi Dengan kesetiaannya kepada sesama. Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan, Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam. Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian. Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini? Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga. Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita. Kita dapat mengerjakan sesuatu yang luar biasa dengan melakukan sesuatu yang biasa namun penuh dengan Cinta ‘Curahkan seluruh diri mu hanya untuk hari ini. Tentang esok, serahkan kepada Tuhan'[1] Orang kusta itu membuktikan imannya dalam keberanian untuk menyerahkan diri dalam ketidak pastian dalam kepercayaan kepada Tuhan. Setelah ia mengalami sentuhan Tuhan Yesus, imannya dihidupi oleh sukacita dan pelayanan. Seperti kata puisi tadi, ia mendapat kekuatan dari iman dan pengalaman disentuh Tuhan Yesus. Kita juga sudah mengalami keperdulian Tuhan dalam hidup kita. Mari kita mohon agar kita dapat mengalami pertumbuhan iman yang menguatkan kita dalam perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus yang penuh belas kasih pada kita. Apakah kita juga mau menjadi alatNya, membagikan hidup, kebahagiaan dan keselamatan bagi yang tersisih? AMIN. [1] Unknown: The Power In You

yesus dan orang kusta by rembrandt ist

MINGGU BIASA 6, B; 15 Pebruari 2015
Im. 13:1-2.45-46; 1Kor. 10:31-:1; Mrk. 1:40-45

Penyakit yang paling ditakuti pada jaman Yesus adalah penyakit kusta. Karena sakit kusta adalah sakit rangkap tiga. Pertama, sakitnya menjijikkan: pada waktu itu yang dianggap kusta ialah semua penyakit kulit yang menjadi luka terbuka dan meluas. Jika memang kusta penyakitnya, maka orang itu akan mati perlahan-lahan dengan anggota tubuh jatuh satu demi satu. Kedua, orang yang kena kusta harus dikucilkan dari rumah dan kampungnya; mereka tidak boleh berhubungan dengan orang sehat. Ia terputus relasinya dengan keluarganya dan semua orang yang ada di sekitarnya. Ketiga, orang kusta menjadi orang najis. Ia terputus hubungannya dengan Tuhan, terkena tanda kutukan Tuhan. Orang yang sakit kusta itu, pasti sangat putus asa, sehingga ia berani datang mendekat dan berlutut di hadapan Yesus. Ia bisa dihukum rajam sampai mati karena mencemarkan orang sehat, seorang Rabi pula. Tetapi ia juga orang beriman, pasrah dalam pengharapannya: “Jika Engkau mau…”

Yesus melihat iman dan kepasrahan orang itu, berbelas kasih padanya. Yesus melakukan hal yang tidak biasa; Yesus menyentuh orang itu! Dalam banyak kisah penyembuhan, kebanyakan kali Yesus tidak menyentuh si sakit. SabdaNya cukup berkuasa untuk menyembuhkan orang. Sekarang Yesus mengambil tindakan yang beresiko ikut menjadi najis, dengan menyentuh orang kusta itu, demi memulihkan rusaknya hubungan orang itu dengan sesama dan dengan Tuhannya. Yang dipulihkan Yesus bukan hanya tubuhnya, tetapi seluruh relasinya dengan sesama dan dengan Allah. Orang itu begitu bahagia, sehingga tidak dapat menahan diri untuk diam, ia tidak dapat mematuhi larangan Yesus, mewartakannya kemana-mana. Kita dapat belajar dari orang kusta itu: iman itu bukan sekedar pasrah dan percaya, tetapi juga berani ambil resiko. Meloncat dari keamanan menuju harapan yang lebih baik, meski harus melalui ketidak pastian. Iman juga punya unsur bahagia yang menyebar luaskan.
Tetapi yang lebih penting adalah sikap Yesus kepada orang kusta itu. Yesus melihat ketakutan, keputus asaan dan kesedihan mendalam orang itu. Ia orang terbuang dari lingkungannya, juga dari Allahnya. Sentuhan Yesus itu yang menyembuhkan sakit relasinya. Sesama dan Allah menerima dia kembali, meski ia masih kusta dan belum tahir. Pengalaman disembuhkan adalah pengalaman dari tidak berharap akan hidup, menjadi hidup yang berisi puji-pujian dan kesaksian hidup. Hidup yang semula dinilai tidak berharga, menjadi hidup yang sekarang dihayati dalam semangat, keberanian dan cinta.
Ada kekuatan di dalam cinta, Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan keinginannya Untuk mementingkan diri sendiri

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan, Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah tergoyahkan Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran, Orang yang sabar adalah orang yang kuat Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan, Orang yang murah hati adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan, Orang yang baik adalah orang yang kuat Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan, Orang yang setia adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi Dengan kesetiaannya kepada sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan, Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri, Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini? Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga. Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita.

Kita dapat mengerjakan sesuatu yang luar biasa dengan melakukan sesuatu yang biasa namun penuh dengan Cinta ‘Curahkan seluruh diri mu hanya untuk hari ini. Tentang esok, serahkan kepada Tuhan'[1]

Orang kusta itu membuktikan imannya dalam keberanian untuk menyerahkan diri dalam ketidak pastian dalam kepercayaan kepada Tuhan. Setelah ia mengalami sentuhan Tuhan Yesus, imannya dihidupi oleh sukacita dan pelayanan. Seperti kata puisi tadi, ia mendapat kekuatan dari iman dan pengalaman disentuh Tuhan Yesus. Kita juga sudah mengalami keperdulian Tuhan dalam hidup kita. Mari kita mohon agar kita dapat mengalami pertumbuhan iman yang menguatkan kita dalam perjumpaan kita dengan Tuhan Yesus yang penuh belas kasih pada kita. Apakah kita juga mau menjadi alatNya, membagikan hidup, kebahagiaan dan keselamatan bagi yang tersisih? AMIN.
[1] Unknown: The Power In You

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply