Kesaksian (1)

Ayat bacaan: Markus 5:19
========================
“Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”

Masihkah mukjizat Tuhan yang ajaib terjadi atas orang-orang yang hidup di jaman ini? Jika ya, darimana anda tahu? Ada yang akan menjawab bahwa mereka tahu dengan mendengar cerita orang, ada yang tahu karena mengalami sendiri, atau keduanya. Adalah sangat baik apabila anda termasuk yang sudah mengalami secara nyata bahwa kuasa Tuhan yang ajaib itu nyata, tapi mendengar dari cerita orang lain pun tidak apa-apa, terutama jika itu bisa menjadi berkat yang menguatkan diri anda. Bagi yang sudah mengalami langsung, sejauh mana kerinduan anda untuk membagikan kesaksian? Ada banyak orang yang tidak berani, ada yang merasa tidak pandai bercerita. Ada yang tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya, ada pula yang mengira bahwa itu tidak perlu. “Yang penting saya mengalami, lalu bersyukur. Itu kan sudah cukup? Buat apa harus repot-repot lagi menceritakan itu kepada orang lain? Nanti dikira sombong atau malah bohong.” Itu menjadi bentuk pemikiran banyak orang pula dalam menyikapi pengalaman mereka akan kuasa Tuhan yang nyata. Apakah benar demikian? Pentingkah untuk membagikan kesaksian kepada orang lain?

Membagikan kesaksian itu sesungguhnya sangat penting. Bahkan Yesus sendiri menunjukkan bahwa bersaksi itu bukanlah sebuah opsi yang bisa dipilih mau dilakukan atau tidak. Kita bisa melihat hal itu dalam perikop yang berjudul “Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa” (Markus 5:1-20). Bagian ini menceritakan bagaimana Yesus mengusir orang yang tengah dirasuk roh jahat yang keluar dari area pekuburan. Begitu banyaknya roh jahat yang masuk ke dalam orang Gerasa itu, dikatakan sebagai sebuah legiun, hingga tidak ada satupun orang yang sanggup melepaskannya. Bahkan rantai sekalipun tidak mampu menahannya. Yesuslah yang akhirnya sanggup melepaskan orang Gerasa itu. Sebagai ungkapan rasa syukurnya, orang Gerasa ini kemudian meminta agar ia diperkenankan mengikuti Yesus kemanapun Dia pergi. Tapi apa kata Yesus? “Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Markus 5:19). Bukannya menyetujui orang yang dilepaskan dari roh jahat, Yesus malah memintanya untuk kembali ke kampungnya, lalu bersaksi disana. Orang Gerasa yang disembuhkan itu pun menurut. “Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.” (ay 20).

Mengapa Yesus tidak setuju orang itu mengikutinya? Apakah karena Yesus merasa jumlah muridNya sudah overload atau melebihi batas maksimal? Tentu saja tidak. Yesus tentu merasa senang sekali melihat orang yang berbalik untuk mengikutiNya. Tapi ada sebuah hal yang akan jauh lebih bermanfaat yang bisa dilakukan oleh orang yang dilepaskan itu ketimbang sekedar mengikuti kemanapun Yesus pergi, yaitu bersaksi. Apa yang ia alami adalah sebuah pengalaman luar biasa mengenai bagaimana besarnya belas kasihan Tuhan yang turun atasnya yang mampu memulihkan keadaan yang tadinya sudah sangat buruk. Itu akan menjadi sebuah kesaksian indah yang akan mampu memberkati orang-orang lain dan membawa mereka untuk mengenal Kristus. Bukankah itu merupakan sesuatu yang besar manfaatnya? Karena itulah Yesus kemudian memintanya untuk kembali dan menyampaikan kesaksian tentang apa yang baru saja ia alami. Sekedar informasi, area Dekapolis terdiri dari 10 kota, dan dari ayat 20 kita bisa melihat bahwa orang yang disembuhkan itu ternyata berkeliling ke 10 kota untuk menyampaikan kesaksiannya. Kita tidak tahu berapa orang yang kemudian bertobat setelah kesaksian itu, tidak ada catatan lebih lanjut akan hal itu, tapi saya percaya ada banyak yang diberkati lalu memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi mereka lewat kesaksian orang Gerasa yang disembuhkan.

Yesus mengajarkan pentingnya untuk bersaksi dan kekuatan/kuasa di dalamnya. Lihatlah apa yang Yesus sampaikan kepada murid-muridNya tepat sebelum terangkat naik kembali ke tahtaNya. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8). Ada tugas yang diberikan kepada kita semua. Kita diminta bertindak menjadi saksi Kristus baik di Yerusalem, (berbicara tentang lingkungan tempat tinggal atau pekerjaan), Yudea (di kota dimana kita tinggal), Samaria (menjangkau saudara-saudara kita yang belum mengenal Kristus) bahkan hingga ke seluruh bumi.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: