Kesabaran dan Iman

Ayat bacaan: Ibrani 6:11-12
====================
“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”

kesabaran dan iman

Dalam sebuah survey yang berisi pertanyaan: apa yang paling tidak anda sukai, salah satu jawaban terbanyak adalah menunggu. Ada banyak orang yang bermasalah dengan menunggu. Mereka sulit untuk bersabar dan gelisah jika harus menunggu sebentar saja. Ada banyak orang yang saya kenal dekat ternyata bermasalah dengan perihal kesabaran. Terlambat 5 menit saja mereka sudah sibuk menelepon dan ujung-ujungnya bisa bete dan ngambek. Bukan saja orang yang kebetulan memiliki sifat tidak bisa menunggu, tapi di jaman modern yang penuh dengan hiruk pikuk kehidupan ini pun kita seringkali terus diuji akan kesabaran. Hampir di setiap lini kehidupan kita bertemu dengan situasi-situasi dimana kesabaran kita terdesak hingga ke ujung. Mungkin mudah bagi kita untuk menasihati orang untuk bersabar, tetapi ketika kita sendiri yang mengalami, seringkali kita gagal menerapkan kata ini dalam menyikapi situasi yang tengah kita hadapi. Untuk beberapa hal mungkin ketidaksabaran masih bisa ditolerir, tetapi kita harus pula sadar bahwa ketidaksabaran sering menjadi alasan utama terjadinya kehancuran. Ambil contoh kecelakaan di jalan raya yang terjadi karena orang mengebut karena tidak sabar ingin sampai cepat ke tujuan. Di jalan tanjakan menuju rumah saya kecelakaan sering terjadi, bahkan pernah mengakibatkan kematian. Padahal ada jalan memutar yang bedanya cuma sekitar 1 km yang kita-kira hanya berbeda 5 menit saja. Selain itu, perceraian dalam rumah tangga pun seringkali berawal dari ketidaksabaran kita, dan ada banyak contoh lainnya dimana ketidaksabaran mengakibatkan kegagalan atau bahkan kehancuran.

Dalam hal kerohanian, kesabaran pun merupakan faktor yang mutlak untuk kita cermati. Ada banyak orang yang sudah berjalan dengan iman, menerapkan hidup kudus dan taat. Tetapi ketika apa yang kita harapkan sepertinya lambat untuk datang, terutama ketika kita memakai ukuran waktu yang kita inginkan, ketidaksabaran kita bisa mengarahkan kita kepada jalan-jalan yang keliru. Ketika kita sudah mencoba berjalan dengan iman tetapi tangan Tuhan terasa tidak kunjung turun untuk melepaskan anda dari berbagai masalah, apa yang akan kita lakukan? Ini sebuah pertanyaan yang mungkin baik untuk kita tanyakan pada diri sendiri. Apakah kita masih akan terus berjalan dengan pengharapan penuh tanpa putus asa, atau anda akan tergoda untuk menyerah atau bahkan mengambil alternatif-alternatif yang bertentangan dengan Firman Tuhan?

Firman Tuhan yang saya pakai sebagai ayat bacaan hari ini menggambarkan dengan jelas bahwa bukan saja iman yang penting dalam urusan menerima janji-janji Tuhan, tetapi faktor kesabaran pun tidak kalah pentingnya. Apakah itu berkat, pertolongan, pemulihan dan sebagainya, kedua faktor ini: iman dan kesabaran, akan sangat berpengaruh terhadap berhasil tidaknya kita memperoleh janji-janji Tuhan. Penulis Ibrani mengatakan demikian: “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.” (Ibrani 6:11-12). Dari ayat ini jelas kita lhat bahwa untuk mendapatkan bagian dari apa yang dijanjikan Allah, maka kita harus tetap memelihara keduanya. Iman dan kesabaran harus sama-sama kita perhatikan dengan seksama. Keduanya merupakan satu kesatuan penting yang saling berhubungan erat, tidak terpisahkan dan akan membuat perbedaan nyata jika diterapkan secara bersamaan.

Penulis Ibrani dalam ayat diatas menuliskan panggilan kepada kita semua agar memiliki kesabaran dan tidak mudah putus asa. Ada kalanya kita merasa waktu sepertinya tidak memlihak pada kita dan terasa berjalan jauh lebih lambat. Kita berharap pertolongan Tuhan datang segera untuk melepaskan kita dari jerat masalah, tetapi ketika itu tidak juga kunjung terjadi, kita segera menuduh Tuhan tidak lagi peduli kepada kita. Kita pun kemudian menjadi begitu mudah kehilangan harapan lalu menyerah. Tapi perhatikanlah apa yang tertulis dalam Alkitab berikut ini:  “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” (ay 10). Tuhan bukannya tidak adil, tidak peduli atau malah melupakan kita yang sudah belajar untuk patuh kepadaNya. Sama sekali tidak. Tetapi kita harus sadar bahwa bingkai waktu kita memang berbeda dengan waktunya Tuhan. Kita berpikir bahwa kitalah yang paling tahu, tetapi harus kita kethaui pula bahwa Tuhan tentu yang paling tahu apa yang terbaik buat kita. Jika kita sudah memastikan bahwa kita hidup seturut dengan kehendakNya dan sudah berjalan dengan iman, selanjutnya kita perlu memperhatikan pula untuk terus bersabar dan memastikan nyala pengharapan kita tidak padam. Sikap inilah yang bisa menjamin kita untuk tidak buru-buru merasa putus asa dan kehilangan harapan. Kesabaran akan mampu memperkuat dan menopang iman kita sampai kita memperoleh apa yang anda harapkan dari Tuhan.

Setelah kita merenungkan janji-janji Tuhan dan memiliki itu tertanam dalam roh dan jiwa kita, kesabaranlah yang akan mendorong kita untuk terus bertahan. Kesabaran pada akhirnya akan membawa kita kepada sebuah kesimpulan bahwa firman Tuhan tidak pernah gagal. Kesabaran membuat kita tidak akan pernah melangkah mundur karena ketakutan, tetapi akan membuat kita terus maju dalam iman sampai kita memperoleh jawaban dari Tuhan. Dalam surat Yakobus kita menemukan ayat yang secara inspiratif mengingatkan hal yang sama. “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” (Yakobus 5:7). Kita bisa belajar dari pengalaman begitu banyak tokoh dalam Alkitab yang sudah membuktikan bahwa kesabaran mereka akan berbuah manis pada akhirnya, sebaliknya ada banyak pula tokoh yang akhirnya gagal karena ketidaksabaran mereka, meski pada mulanya mereka sudah memulai segala sesuatu dengan baik. Adalah baik jika kita sudah berjalan dengan firman Tuhan, menerapkan hidup seturut kehendakNya dan mempercayai Tuhan sepenuhnya dalam berbagai aspek kehidupan. Tapi lanjutkanlah itu dengan terus melatih kesabaran dengan tekun. Tetap gantungkan pengharapan sepenuhnya, teruslah pegang firman Tuhan dengan kesabaran dan iman. Pada saatnya nanti anda akan menerima penggenapan janji Tuhan sebagai sesuatu yang pasti.

Kesabaran akan sangat menentukan apakah kita akan berhasil atau gagal dalam menerima janji Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. ayat alkitab tentang kesabaran
  2. ayat alkitab tentang kesabaran dalam masalah
  3. ayat alkitab tentang kesabaran hati
  4. ayat alkitab tentang sabar
  5. renungan alkitab tentang kesabaran
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: