Kesabaran Allah

0
8

28 Juli - RmA 2

Selasa, 28 Juli 2015
Pekan Biasa XVII
Kel 33:7-11,34:5b-9,28; Mzm 103:6-13; Mat 13:36-43

Para murid datang kepada Yesus dan berkata kepada-Nya; “Jelaskan kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu…”

DALAM Injil kita membaca perumpamaan Yesus tentang gandum dan ilalang di ladang. Para murid minta agar Yesus menjelaskan artinya. Dari perumpamaan itu kita dapat belajar apa?

Pertama, perumpamaan itu mengajarkan kepada kita kesabaran Allah yang tidak menghakimi sebelum saatnya tiba. Kadang kita cepat dan mudah menghakimi kesalahan orang lain. Maka mari kita tidak cepat dan mudah menghakimi kesalahan orang lain sebab Tuhan itu pengasih dan penyayang bukan pendendam.

Kedua, dengan perumpamaan ini, Yesus Kristus juga mengingatkan kita untuk menyadari bahwa ada musuh yang akan menghancurkan benih-benih baik sabda-Nya sebelum menghasilkan buah. Kita harus waspada kepadanya. Kita harus bertahan jangan sampai pengaruh kejahatan itu berakar di hati kita dan menghancurkan kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Kristus, kita berdoa agar Ia memberi kita kesabaran hati untuk tidak cepat dan mudah menghakimi kesalahan orang lain. Di sana kita membiarkan kasih Yesus menguasai hati, pikiran, dan tindakan kita hingga kita dapat menaburkan yang baik dalam kehidupan kita.

Tuhan Yesus Kristus, semoga kasih-Mu menguasai hati kami dan mengubah hidup kami hingga kami boleh menaburkan yang baik, pantas dan menyenangkan Dikau. Berilah kami kesabaran untuk tidak mudah dan cepat menghakimi kesalahan sesama tetapi kami sendiri mampu bertobat dari dosa kami kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here