Keringnya Hidup tanpa Relasi

relasi HP by ist“Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, ’Di manakah engkau?’” (Kej 3, 9) USAI Perayaan Ekaristi, umat bertemu dan saling berbagi salam di depan gereja. Dua orang ibu bertemu dengan sukacita. Sambil bersalaman, yang seorang berteriak, “Dimana saja selama ini? Rumah kok dikosongkan terus?” Ibu yang satu sambil tertawa juga menjawab, “Ada panggilan […]

relasi HP by ist

“Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, ’Di manakah engkau?’” (Kej 3, 9)

USAI Perayaan Ekaristi, umat bertemu dan saling berbagi salam di depan gereja. Dua orang ibu bertemu dengan sukacita.

Sambil bersalaman, yang seorang berteriak, “Dimana saja selama ini? Rumah kok dikosongkan terus?”

Ibu yang satu sambil tertawa juga menjawab, “Ada panggilan ‘ngemci’ (MC=Momong Cucu) di Jakarta je.”

Di manakah engkau? Ini merupakan sebuah pertanyaan dari seseorang yang merasa kehilangan sesamanya, karena mereka sudah lama tidak saling bertemu dan berjumpa satu dengan yang lain.

Sesungguhnya banyak orang pernah mengalami hal ini, yakni bahwa suatu saat mereka merasakan kehilangan seorang rekan atau sahabat yang dekat. Perasaan kehilangan muncul saat terjadi perpindahan tugas bagi para karyawan atau pekerja; pada saat sebuah keluarga berpindah tempat tinggal karena sudah pensiun.

Perasaan kehilangan akan semakin kuat ketika seorang rekan dan sahabat dekat hilang tanpa ada kabar dan beritanya. Dengan sadar dan bebas mereka memutuskan diri untuk meninggalkan keluarga atau komunitas tanpa pamit atau pemberitahuan. Relasi terputus. Berbagai bentuk komunikasi juga diputus.

Mereka menyembunyikan diri dari enggota keluarga, rekan dan sahabat di tempat yang aman. Di manakah engkau? Pertanyaan ini tidak hanya mengungkapkan perasaan kehilangan seorang manusia terhadap sesamanya.

Tuhan pun mengalami hal ini. Tuhan merasa kehilangan. Manusia yang pernah diciptakan bersembunyi dan takut untuk bertemu Tuhan karena dirinya telanjang. Pertanyaan tersebut juga mengungkapkan kasih Allah yang terus mencari manusia yang hilang dan tersesat. Mereka tidak dibiarkan dalam kesesatannya.

Juga ungkapan akan kerahiman Allah, yang selalu memberi kesempatan bagi manusia untuk kembali kepada-Nya, sekalipun manusia sudah jatuh dalam sikap salah dan dosa. Di manakah engkau? Tuhan tidak hanya mencari Adam yang bersembunyi.

Tuhan yang penuh kasih dan maha rahim juga mencari diriku, yang sering takut untuk bertemu dengan-Nya.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply