Kerinduan Tuhan

Ayat bacaan: Yesaya 30:18
=====================
“Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!”

kerinduan Tuhan

Reaksi apa yang timbul ketika kita tengah mengalami kesulitan atau kegagalan? Puji Tuhan untuk reaksi positif dimana kita bisa belajar banyak dari hal-hal tersebut, percaya bahwa dibalik kesulitan atau kegagalan itu ada masa depan yang cerah sesuai dengan apa yang telah direncanakan Tuhan. Tapi ada banyak pula reaksi yang negatif. Menyerah, atau menuduh Tuhan telah berlaku tidak adil, memalingkan mukaNya dari kita, membiarkan kita didera persoalan dan meninggalkan kita sendirian. Atau tidak yakin bahwa Tuhan akan memberikan sesuatu yang baik kepada kita. Fokus kepada masalah, atau seperti yang saya tulis kemarin, lebih memilih untuk mempercayai ketakutan-ketakutan yang belum tentu terjadi. Persoalan sulit mempercayai Tuhan dan lebih memilih untuk dicekam keragu-raguan merupakan salah satu manifestasi kurangnya pengenalan akan Tuhan. Mengapa demikian? Karena jelas-jelas Tuhan telah menyatakan dalam banyak kesempatan bahwa apa yang Dia sediakan bagi kita hanyalah segala sesuatu yang baik penuh dengan damai sejahtera.

Sebuah ayat penting bisa kita jadikan peneguhan akan hal ini. “Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30:18). Lihatlah betapa luar biasanya kasih Tuhan pada kita. Adalah kerinduan Tuhan untuk menunjukkan kasihNya pada kita. Untuk bangkit menyayangi kita. Tuhan rindu untuk memberkati kita. Tidakkah ini luar biasa? Dari ayat ini kita bisa melihat bahwa Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah senang melihat kita didera penderitaan. Kalaupun Tuhan terkadang mengijinkan kita untuk mengalami persoalan, itu semata-mata untuk membuat kita sadar bahwa sebagai manusia kita tidak akan berdaya jika hanya bergantung pada kekuatan diri kita sendiri saja. Tuhan ingin mengajarkan kita untuk mau bergantung kepadaNya, sehingga Tuhan bisa menunjukkan kasih dan sayangNya pada kita. Ada kalanya kita diijinkan Tuhan memasuki padang gurun agar kita bisa belajar untuk benar-benar bergantung pada Tuhan. Kita membaca dengan jelas mengenai ini dalam Ulangan. “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” (Ulangan 8:2-3).

Jika kita mundur sedikit dari ayat bacaan hari ini, kita membaca sebuah pesan Tuhan mengenai apa yang harus kita lakukan.”Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” (Yesaya 30:15). Bertobat dan tinggal diam, tenang dan percaya. Ada kalanya kita harus diam dan tenang. Kata diam dan tenang bukan mengajarkan kita untuk bermalas-malasan, melainkan mengajarkan kita untuk percaya sepenuhnya pada Tuhan. Ada kalanya kita harus menghentikan segala kekhawatiran dan ketakutan kita, dan kembali mempercayakan segalanya kepada Tuhan. Tidak perlu panik, tidak perlu takut, tidak perlu ragu, karena Tuhan sedang menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasihNya dan menyatakan sayangNya kepada kita. Tuhan menantikan kita untuk mampu belajar dari persoalan hidup, belajar untuk berhenti mengandalkan orang lain dan diri sendiri, dan kembali untuk percaya kepadaNya secara penuh, menyerahkan hidup secara total kepadaNya, sehingga ketika saat itu tiba, Tuhan pun akan dengan senang hati melimpahkan kasihNya secara luar biasa kepada kita. Sementara ini jika ada di antara teman-teman yang tengah menghadapi ketakutan, keputus asaan, kegelisahan dan keraguan akan hari depan yang penuh harapan, ingatlah akan janji Tuhan hari ini. Dia rindu untuk menyatakan berkatNya kepada anda, Dia tengah menanti-nanti untuk menunjukkan kasihNya. Percayalah sepenuhnya kepada janji Tuhan dan jangan pernah putus pengharapan! Tuhan adalah Allah yang adil, maka berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia.

Adalah sebuah kerinduan Tuhan untuk menyatakan kasih dan sayangNya kepada kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply