Kepuasan Kerja dan Berbagai Korelasi dengan Hal Lain (3)

BERIKUT ini kami sampaikan beberapa korelasi yang memengaruhi kepuasan kerja seseorang.

  • Hubungan perilaku pimpinan dan kepuasan

Terdapat pengaruh positif terhadap kepuasan kerja, semakin besar pengaruh positif variabel perilaku pimpinan suatu organisasi bisnis maka akan memberikan kepuasan kerja yang tinggi dan berdampak pada kinerja organisasi.

Terdapat pengaruh negatif terhadap kepuasan kerja apabila pimpinan memberikan tekanan kepada para karyawan yang mengakibatkan kegelisahan kerja sehingga akan tidak tercapai suatu kepuasan kerja. Perilaku pimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

  • Hubungan motivasi  dan Kepuasan Kerja

Motivasi seseorang atas pekerjaan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja. Sekaligus karyawan akan semakin termotivasi untuk menjalankan upaya yang tinggi apabila menyakini bahwa upaya itu akan memberikan kepuasan kerja bagi dirinya.

Sebab seseorang karyawan yang bekerja pada organisasi bisnis, selain bertujuan untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidupnya, juga mempunyai beberapa harapan, hasrat dan cita-cita yang diharapkan bisa dipenuhi dari organisasi tersebut. Sehingga jika didalam menjalani pekerjaan tersebut ada kesesuaian antara harapan dan kenyataan yang dihadapi maka akan timbul kepuasan dari diri karyawan.

Faktor penting yang berhubungan dengan faktor kerja adalah imbalan, termasuk didalamnya upah, tunjangan, insentif dan penghargaan lainnya yang berupa materi. Apabila kebutuhan dasar karyawan tersebut telah terpenuhi dan taraf hidupnya meningkat maka imbalan dalam bentuk materi berkurang. Dalam tahap selanjutnya karyawan akan membutuhkan imbalan berbentuk lain, seperti pengakuan dalam bentuk status atau jabatan, lingkungan kerja yang menyenangkan, pimpinan yang bijak dan adil, rasa diakui, penghargaan, dan lain-lain.

  • Hubungan iklim organisasi dan kepuasan kerja

Iklim organisasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Iklim organisasi merupakan suatu keadaan atau ciri-ciri atau sifat-sifat yang menggambarkan suatu lingkungan psikologis organisasi yang dirasakan oleh orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut. Dengan demikian apabila karyawan merasa bahwa iklim organisasi yang ada dalam organisasi tempat bernaung cukup kondusif dan menyenangkan baginya untuk bekerja dengan baik maka hal ini akan dapat membuat karyawan merasa puas.

Berbagai macam tipe perilaku pimpinan di semua lini organisasi atau atasan langsung serta anggota kelompok kerja adalah merupakan elemen-elemen pendukung kondusifitas iklim organisasi yang juga turut mempengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan.

  • Hubungan perilaku pimpinan, motivasi, iklim organisasi dan kepuasan kerja

Secara keseluruhan bahwa Perilaku Pimpinan, Motivasi dan Iklim Organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap terhadap Kepuasan Kerja. Implikasi dari hal ini memberikan gambaran bahwa Perilaku Pimpinan, Motivasi dan Iklim Organisasi merupakan faktor-faktor penting dan mempengaruhi kepuasan karyawan, sehingga sebuah organisasi bisnis sebaiknya makin menyadari dan memperhatikan serta mengelola hal ini dengan makin baik lagi.

Berdasarkan tersebut diatas, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh organisasi bisnis dalam mengelola sumber daya manusia, khususnya dalam rangka perencanaan strategi pengembangan sumber daya manusia agar karyawan dapat menjadi strategic partner, yaitu:

  • Perilaku Pimpinan disemua lini harus dibangun menuju tujuan organisasi bisnis, karena perilaku pimpinan disemua lini merupakan variabel penting yang memiliki pengaruh terhadap Kepuasan Kerja karyawan. Organisasi hendaknya terus memastikan perilaku pimpinan disemua lini mampu memberikan kepuasan kerja karyawan, misalnya: pimpinan hendaknya mampu memberikan dorongan inisiatif kepada bawahannya dalam bekerja dan diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada bawahannya dalam bekerja. Selain itu Pimpinan hendaknya mampu memberikan tanggungjawab yang jelas dan mendukung dalam pelaksanaan tanggungjawab tersebut.
  • Pimpinan disemua lini hendaknya mampu membangun dan menjalin komunikasi yang baik dengan karyawannya baik dalam hubungan formal maupun informal.
  • Tingkat motivasi karyawan hendaknya selalu dijaga pada skala yang baik dan menghindari tindakan-tindakan pimpinan yang justru membunuh motivasi karyawan itu sendiri. Hal ini tidak cukup hanya dengan mendorong karyawan tetapi juga jangan menghindari sikap dan perilaku pimpinan yang justru mematahkan semangat kerja karyawan.
  • Pimpinan disemua lini hendaknya makin mampu membimbing dan memberikan kesempatan agar karyawan dibawah koordinasinya makin berprestasi dalam bekerja. Salah satu sarananya adalah keberanian mendelegasikan wewenang sesuai kapasitasnya, karena melalui delegasi wewenang karyawan akan makin tertarik dan termotivasi dalam menyelesaikan pekerjaannya, sekaligus sebagai proses pembelajaran bagi organisasi.
  •  Untuk menjaga agar iklim organisasi selalu positif dan mendorong kinerja maka organisasi hendaknya terus memastikan struktur organisasi, tata kerja dan uraian pekerjaan telah dibangun dengan jelas. Selain itu memastikan telah memberikan alur kerja dan pertanggungjawaban yang jelas. Yang tidak kalah penting adalah bahwa organisasi hendaknya makin berani memberikan pengakuan dan/atau penghargaan kepada karyawan yang berprestasi atau berkinerja tinggi.

Akhirnya bahwa gaji itu memang penting, tetapi besarnya gaji belum tentu menjadi segala-galanya yang menjadi ukuran tingkat kepuasan kerja seorang karyawan. Variabel Perilaku Pimpinan, Motivasi dan Iklim Organisasi ternyata turut berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja karyawan. Dan tingkat kepuasan kerja karyawan secara keseluruhan sangat mempengaruhi kinerja dan kemampuan bersaing sebuah organisasi bisnis.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: